Rata-Rata Jam Kerja per Minggu di Seluruh Dunia

Rata-rata jam kerja di satu negara bisa jauh lebih panjang daripada yang lain. Perbedaan ini biasanya terbentuk oleh budaya, hukum ketenagakerjaan, dan kondisi ekonomi di tiap wilayah.

Bagi banyak pekerja, konsep 40-hour workweek atau 40 jam per minggu mungkin terasa seperti standar universal. Angka ini memang lumrah diterapkan, khususnya di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Australia. Namun, standar tersebut bukanlah aturan baku yang berlaku secara global.

Menurut data estimasi Organisasi Buruh Internasional (ILO), rata-rata jam kerja per minggu di berbagai belahan dunia sangat beragam. Perbedaannya pun mencolok. Ada negara yang rata-rata durasi kerja mingguannya kurang dari 30 jam. Ada juga yang bisa menembus lebih dari 50 jam. Perbedaan pola kerja ini mencerminkan prioritas nasional yang berbeda-beda di setiap negara.

Foto ilustrasi peta dunia

Gambar oleh Gerd Altmann di Pixabay

Rata-rata Jam Kerja per Minggu di Setiap Negara

Tabel di bawah ini memaparkan proyeksi rata-rata jam kerja mingguan untuk tahun 2025 yang dihimpun dari data ILO. Data ini juga menguraikan perbedaan jam kerja antara laki-laki dan perempuan untuk memberi gambaran jelas mengenai perbandingan pola kerjanya di tiap negara.

Negara Rata-rata Jam Kerja per Minggu Rata-rata Jam Kerja per Minggu (Laki-Laki) Rata-rata Jam Kerja per Minggu (Perempuan)
Afganistan 35,6 36,8 17,3
Albania 41,4 43,3 39,1
Aljazair 42,9 44,3 35
Angola 40,7 42,5 38,8
Argentina 34,7 38,5 29,7
Armenia 38 42,7 33,4
Australia 31,8 34,4 28,8
Austria 28,4 32,1 24,3
Azerbaijan 34,4 35,5 33,3
Bahama 36,9 38,1 35,7
Bahrain 39,5 40,8 34,4
Bangladesh 45,8 52,1 35
Barbados 36,1 38,1 34,2
Belarus 36 38,2 33,8
Belgia 31,8 35,2 28
Belize 40,4 42,6 36,7
Benin 42,5 43,8 41,2
Bhutan 54,5 55 53,7
Bolivia 37,8 41 34,2
Bosnia dan Herzegovina 40,8 41,3 40,1
Botswana 43,4 45,4 41
Brasil 37,3 39,2 34,8
Brunei 44,8 45,6 43,5
Bulgaria 38,2 38,9 37,5
Burkina Faso 45,3 48,1 41,8
Burundi 41 41,7 40,3
Kamboja 45,9 46,2 45,6
Kamerun 41,9 44 39,2
Kanada 32,3 34,9 29,3
Tanjung Verde 45,3 46,6 43,5
Republik Afrika Tengah 38,1 40,7 35,3
Chad 30,5 33,4 26,2
Cile 36,9 39,2 33,8
Tiongkok 44,8 45,1 44,3
Kolombia 42,1 44,5 38,6
Komoro 37,4 39 35,2
Kosta Rika 41,8 44 38,3
Kroasia 34,3 35,5 33
Kuba 40,8 43,1 37
Siprus 34,1 35,8 32,2
Republik Ceko 34,7 36,8 32
Denmark 28,8 31,2 26
Jibuti 30,2 31,4 26,9
Republik Dominika 38,7 40,8 35,5
DR Kongo 35,4 35,8 35
Ekuador 37,9 41,9 31,9
Mesir 45,5 46,4 40,8
El Salvador 43 44,3 41,1
Guinea Khatulistiwa 43,9 46,4 40
Eritrea 38,4 40,9 35,7
Estonia 31,1 33,3 28,9
Eswatini 41,1 43,4 38,7
Etiopia 30,8 33 27,6
Fiji 35,7 37,4 32,4
Finlandia 28,8 31,1 26,4
Prancis 30,8 33,3 28,2
Polinesia Prancis 35 37,3 32
Gabon 41,8 43,6 38,6
Gambia 37,8 44,1 31,1
Georgia 37,1 40,5 33,6
Jerman 29,6 33,4 25,4
Ghana 31,8 34,1 29,5
Yunani 37,8 40,2 34,7
Guam 36,9 39,5 33,8
Guatemala 41,4 44,5 35,1
Guinea 39,1 41,4 35,7
Guinea-Bissau 42,3 45,3 38,9
Guyana 42,6 45,2 38,9
Haiti 41,4 41,5 41,3
Honduras 42,8 43,8 40,9
Hong Kong 43,1 43,6 42,6
Hungaria 35,1 37 32,8
Islandia 32,6 36,3 28,4
India 45,8 49,8 35,9
Indonesia 37,6 39,6 34,7
Iran 43,2 45 33,4
Irak 30,4 32 17,3
Irlandia 30,7 34,7 26,2
Israel 35 38,5 31,3
Italia 33,9 36,9 29,7
Pantai Gading 40,4 43 37
Jamaika 43,5 44,6 42,1
Jepang 31 33,5 27,9
Yordania 47,8 48,5 43,6
Kazakhstan 38 39,4 36,5
Kenya 39,1 43 34,6
Kuwait 44,6 45,9 40,1
Kirgizstan 35,2 38,7 30,2
Laos 41,3 41,6 40,9
Latvia 35 36,7 33,2
Lebanon 46,4 49,7 38,8
Lesotho 50,2 51,5 48,4
Liberia 47,5 49 45,9
Libya 43,1 45 38,8
Lituania 34,9 36,5 33,3
Luksemburg 32,4 35,2 29,2
Makau 45,6 45,4 46
Madagaskar 34,6 36,7 32,4
Malawi 30,7 33,9 27,3
Malaysia 44,6 45,3 43,4
Maladewa 45,9 48,9 35,9
Mali 43,1 47 37,7
Malta 32,9 34,5 30,7
Mauritania 38,8 40 36,3
Mauritius 38,3 39,5 36,2
Meksiko 42,1 45,2 37,5
Moldova 37 39,6 34,8
Mongolia 45,7 48,4 42,4
Montenegro 44,2 45,1 43,2
Maroko 44 46,7 34,5
Mozambik 29 33,1 25,2
Myanmar 41,5 42,5 39,9
Namibia 42 43,5 40,4
Nepal 40,7 43,5 35,7
Belanda 26,8 30,4 22,6
Kaledonia Baru 35,6 37,4 33,6
Selandia Baru 33,7 36,3 30,7
Nikaragua 36,1 40,2 29,9
Niger 39,8 43,6 34,2
Nigeria 39,6 42,8 36,2
Korea Utara 40,8 43,9 37,3
Makedonia Utara 37,5 38,3 36,4
Norwegia 27,1 29,4 24,5
Oman 43,6 44,3 39,2
Pakistan 47,5 51,1 35
Palestina 39,5 41,1 31,8
Panama 36,1 37,6 34
Papua Nugini 40,4 43 37,6
Paraguay 40,7 42,8 37,7
Peru 43,2 46 39,7
Filipina 40,3 40,3 40,2
Polandia 36,7 38,5 34,5
Portugal 32,5 34,3 30,6
Puerto Riko 38 39,9 35,4
Qatar 46,8 46,6 47,6
Republik Kongo 48,7 49,2 48,3
Rumania 38,6 39,3 37,8
Rusia 38,2 39,2 37,2
Rwanda 30,5 32,6 27,9
Saint Lucia 39,6 39,9 39,3
Saint Vincent dan Grenadines 39,8 43 35,5
Samoa 44,5 45 43,4
Sao Tome dan Principe 48,2 47,5 48,9
Arab Saudi 40,9 41,7 37,1
Senegal 44,9 48,7 38,3
Serbia 38,4 40,1 36,3
Sierra Leone 42,7 44,8 40,4
Singapura 44,6 46,4 42,3
Slowakia 33,9 36,5 30,8
Slovenia 33,7 35,4 31,5
Kepulauan Solomon 35,3 35,7 34,9
Somalia 30,1 31 27,9
Afrika Selatan 42,2 44,3 39,6
Korea Selatan 36,8 39,3 33,5
Sudan Selatan 38,2 42,3 34
Spanyol 31,6 33,8 29
Sri Lanka 39,5 40,8 36,6
Sudan 50,8 51,9 45,7
Suriname 39,7 43 34,8
Swedia 29,3 31,2 27,1
Swiss 34,9 39,2 30,1
Suriah 31,1 32,8 21,9
Taiwan 39,1 41,6 35,9
Tajikistan 41 44,7 35,6
Tanzania 40,9 44,4 37,2
Thailand 41,6 41,7 41,4
Timor-Leste 34,2 35,1 33,1
Togo 37,4 40,8 33,7
Tonga 30,7 30,7 30,8
Trinidad dan Tobago 39,4 41,3 36,8
Tunisia 44 44,8 42
Turki 43,8 45,4 40,5
Turkmenistan 41,9 44,7 39,5
Uganda 40,9 42 39,7
Ukraina 39,3 42,3 36
Uni Emirat Arab 48,4 48,3 48,5
Britania Raya 30,9 34,3 27,3
Amerika Serikat 36,1 38 33,7
Kepulauan Virgin Amerika Serikat 35,9 38,7 33
Uruguay 34,7 37,8 31
Uzbekistan 40,4 43,1 35,2
Vanuatu 29 29,2 28,7
Venezuela 38,3 39,3 36,5
Vietnam 41,5 42,4 40,7
Sahara Barat 42,4 44,4 35,2
Yaman 25,9 26,4 18
Zambia 42,3 44,9 39,2
Zimbabwe 45 47,9 42
Total 38.7 40.7 35.4

Negara dengan Rata-Rata Jam Kerja Terpanjang

Daftar negara dengan rata-rata jam kerja terpanjang yaitu:

Peringkat Negara Rata-Rata Jam Kerja per Minggu
1 Bhutan 54,5
2 Sudan 50,8
3 Lesotho 50,2
4 Republik Kongo 48,7
5 Uni Emirat Arab 48,4
6 São Tomé dan Príncipe 48,2
7 Yordania 47,8
8 Liberia 47,5
9 Pakistan 47,5
10 Qatar 46,8

Negara dengan Rata-Rata Jam Kerja Terpendek

Daftar negara dengan rata-rata jam kerja terpendek yaitu:

Peringkat Negara Rata-Rata Jam Kerja per Minggu
1 Yaman 25,9
2 Belanda 26,8
3 Norwegia 27,1
4 Austria 28,4
5 Denmark 28,8
6 Finlandia 28,8
7 Vanuatu 29
8 Mozambik 29
9 Swedia 29,3
10 Jerman 29,6

Perbandingan Global

Tidak ada alasan tunggal mengapa jam kerja di suatu negara bisa lebih panjang dari yang lain. Meski begitu, ada pola menarik yang terlihat jelas. Umumnya, rata-rata jam kerja per minggu yang panjang berbanding terbalik dengan PDB per kapita.

Di banyak negara berkembang, para pekerja sering kali harus bekerja lebih lama hanya demi memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Sebaliknya, rata-rata jam kerja lebih pendek cenderung ditemukan di negara dengan perlindungan tenaga kerja yang kuat, ekonomi mapan, serta budaya yang sangat menjunjung tinggi work-life balance.

Panjang atau pendeknya jam kerja tidak ditentukan oleh tingkat kerajinan atau efisiensi pekerjanya. Fokus masalahnya justru terletak pada sistem kerja dan prioritas yang diterapkan oleh suatu negara.

Amerika

Amerika Serikat berada di posisi tengah dalam skala global dengan rata-rata 36,1 jam. Angka ini memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mayoritas negara di Eropa.

Namun, benua ini masih berada di bawah beberapa negara di Asia dan Afrika. Faktanya, kondisi angkatan kerja di seluruh benua Amerika sangatlah beragam.

Sebagian pekerja mungkin sudah menikmati fleksibilitas dan kebebasan berkat bantuan teknologi. Di sisi lain, masih banyak pekerja yang harus menghabiskan waktu hampir 45 jam seminggu di tempat kerja demi menjaga standar hidup yang layak.

Asia

Banyak negara di Asia mencatatkan rata-rata jam kerja yang cenderung tinggi. Kondisi ini kerap dipicu oleh ekspektasi sosial yang besar serta ketatnya persaingan ekonomi di kawasan tersebut.

Bangladesh, misalnya, mencatatkan angka rata-rata sekitar 45,8 jam, disusul oleh India dengan angka serupa, serta Pakistan yang mencapai 47,5 jam seminggu.

Timur Tengah dan Afrika

Kawasan Timur Tengah dan Afrika sering kali melaporkan jam kerja mingguan yang melampaui rata-rata global. Misalnya, Uni Emirat Arab memiliki rata-rata 48,4 jam per minggu. Sementara itu, Nigeria berada di angka 39,6 jam.

Tingginya angka tersebut punya kaitan erat dengan sektor-sektor padat karya, seperti konstruksi, pertambangan, dan manufaktur. Tak jarang, industri-industri ini ditopang oleh tenaga kerja migran dengan perlindungan hukum yang masih sangat minim.

Eropa

Benua Eropa secara konsisten menjadi yang terdepan dalam urusan pembatasan jam kerja setiap minggu. Rata-rata di Denmark hanya 28,8 jam, disusul oleh Jerman dengan angka 29,6. Bahkan, Belanda lebih rendah lagi.

Apakah Jam Kerja Lebih Pendek Berarti Produktivitas Menurun?

Belum tentu. Banyak negara dengan rata-rata lebih pendek justru menunjukkan produktivitas per jam yang lebih tinggi.

Jerman, contohnya, memiliki output yang melampaui banyak negara dengan jam kerja lebih panjang berkat dukungan otomatisasi, penyempurnaan proses, dan pelatihan pekerja.

Strategi banyak negara di Eropa berfokus pada kualitas dibandingkan sekadar mengejar kuantitas kerja. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga daya saing mereka di pasar global. Di saat yang sama, kesejahteraan dan kondisi kerja yang layak bagi seluruh tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama.

Apakah Pola Kerja Global Sedang Berubah?

Tren kerja remote, digital nomad, serta ekspektasi pekerja yang terus berkembang kini mengubah standar jam kerja mingguan di seluruh dunia.

Berbagai perusahaan, mulai dari Selandia Baru hingga Inggris, mulai menguji coba sistem empat hari kerja seminggu. Mayoritas melaporkan produktivitas yang setara atau bahkan lebih baik.

Pandemi COVID-19 telah mempercepat pergeseran ini. Pemberi kerja kini dipaksa untuk lebih fokus pada outcome daripada sekadar mengawasi jam datang dan pulang karyawan.

Lantas, bagaimana masa depan jam kerja kita? Berikut adalah tren yang sedang berkembang:

  • Fleksibilitas adalah segalanya. Pekerja kini lebih mengutamakan kebebasan untuk menentukan kapan dan di mana mereka bekerja.
  • Efisiensi mengalahkan durasi. Model produktivitas ini telah menjadi prioritas.
  • Kesehatan mental dan kesejahteraan tidak bisa ditawar dalam menarik dan mempertahankan karyawan berbakat.

Pergeseran Global dari Jam Kerja ke Hasil

Gambaran rata-rata jam kerja di tingkat global memperlihatkan kesenjangan yang cukup dalam. Kita tidak hanya berbicara tentang durasi waktu, tetapi juga soal nilai di baliknya.

Di negara-negara berpenghasilan rendah, jam kerja yang panjang sering kali menjadi suatu keharusan demi bertahan hidup. Itu bukan pilihan pekerja. Sebaliknya, negara-negara maju, khususnya di Eropa, membuktikan bahwa durasi kerja yang lebih singkat justru bisa berjalan beriringan dengan produktivitas tinggi dan gaya hidup yang lebih sehat.

Data tersebut memperjelas poin penting: menambah jam kerja tidak selalu menjamin hasil yang lebih besar. Faktanya, beberapa negara paling produktif justru memiliki waktu kerja terpendek. Hal ini membuktikan bahwa efektivitas kerja jauh lebih penting.

Seiring dengan tren kerja jarak jauh yang kian meluas serta meningkatnya tuntutan pekerja akan fleksibilitas, pergeseran ke arah model kerja yang berfokus pada hasil diperkirakan akan terus berlanjut. Tren ini mengesampingkan ketergantungan pada sekadar jumlah jam kerja.

Standar dunia kerja modern kini tengah bergeser. Negara maupun perusahaan yang memprioritaskan keseimbangan, kesejahteraan, dan efisiensi diprediksi akan jauh lebih unggul. Pola pikir lama sudah tidak relevan lagi karena cara kita menghargai waktu pun kini telah berubah.

Artikel Terkait:

Cara Memperkenalkan Pelacakan Waktu pada Tim Anda

Cara Melacak Karyawan Remote (Secara Beretika)