5 Cara Elegan Pulang Tenggo Tanpa Gak Enakan
Kapan terakhir kali Anda pulang tenggo alias tepat waktu? Jika Anda sulit menjawabnya, saya rasa sudah cukup lama sejak itu terjadi.
Fenomena pulang terlambat seakan sudah menjadi tradisi yang sulit dipisahkan dari dunia kerja tanah air. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sekitar 41 jam seminggu untuk bekerja.
Angka itu sebenarnya sudah melampaui standar 40 jam seminggu yang diatur dalam regulasi pemerintah. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan fakta yang lebih mencengangkan. Ada jutaan orang yang jam kerjanya tembus angka 60 jam setiap minggunya.
Jelas bahwa sebagian besar dari kita kesulitan untuk pulang kerja tepat waktu. Dan apakah itu kebiasaan buruk bekerja berlebihan, menyerah pada permintaan lembur mendadak, atau hanya manajemen waktu yang buruk, sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali situasi keseimbangan kerja Anda. Karena, izinkan saya memberi tahu Anda, bekerja berlebihan mungkin terasa intuitif, tetapi sebenarnya kontraproduktif.
Pulang tenggo sering kali terasa sulit. Biasanya, ini terjadi karena rasa tidak enakan kepada atasan dan rekan kerja. Atau, mungkin juga karena manajemen waktu kurang terstruktur. Namun, kebiasaan ini harus segera Anda evaluasi karena dapat mengganggu work-life balance.
Dampak overwork tidak bisa disepelekan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memperingatkan jam kerja yang terlalu panjang dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung. Sejalan dengan itu, penelitian di National Library of Medicine menunjukkan bahwa stres kerja yang berat juga memicu gangguan kesehatan mental seperti insomnia hingga depresi.
Pada akhirnya, jika Anda terus memaksakan diri, performa kerja justru akan menurun. Risiko human error akan meningkat drastis karena tubuh dan pikiran yang sudah terlalu lelah tidak lagi mampu bekerja secara maksimal.
Jadi, bonus atau hasil jangka pendek dari lembur tidak sebanding dengan risiko kesehatan jangka panjang. Anda justru merugikan diri sendiri dan perusahaan. Seperti kata Sarah Green Carmichael dari Harvard Business Review:
“Bekerja berlebihan hanya memberikan hasil yang sia-sia. Makin Anda gila kerja, otak makin tumpul dan malah mengerjakan tugas yang sebenarnya tidak penting.”
Saran saya, berhentilah mengejar jam kerja tambahan tersebut. Cobalah terapkan lima strategi berikut agar Anda bisa pulang tepat waktu tanpa mengurangi kualitas kerja di kantor.

Foto oleh Andrea Piacquadio di Pexels
1. Buat target harian
Langkah ini penting, tapi sayangnya masih sering dilewatkan. Tanpa target harian, Anda akan bekerja tanpa arah dan akhirnya kaget melihat tumpukan tugas yang belum kelar saat jam pulang tiba.
Dengan menetapkan target spesifik, kerjaan jadi lebih fokus. Misalnya, jika Anda seorang Project Manager, target hari ini cukup: “Selesaikan timeline proyek.” Target inilah yang menjadi garis finish agar Anda tahu kapan waktunya berhenti bekerja.
Tipsnya, tetap realistis. Jangan rakus saat membuat daftar tugas. Daripada mencatat 10 tugas tapi ternyata hanya selesai 5, lebih baik tetapkan 3 tugas utama saja.
Fokus pada sedikit tugas justru membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi. Begitu 3 tugas tersebut beres, Anda akan merasa puas karena target tercapai dan bisa pulang tanpa beban.
2. Susun prioritas dan atur waktu pengerjaannya
Setelah punya target harian, segera tentukan mana tugas yang paling penting. Jangan hanya asal mengerjakan. Bagilah tugas Anda berdasarkan skala prioritas dan atur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Tiap menyusun daftar tugas, ingatlah Kaidah Parkinson untuk tingkatkan efektivitas kerja:
“Pekerjaan cenderung akan melebar atau membengkak untuk memenuhi waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya.”
Sederhananya, pekerjaan akan selesai sesuai waktu yang tersedia. Artinya, kalau Anda menjadwalkan dua jam, tugas itu akan selesai dalam kurun waktu tersebut. Tapi kalau Anda membiarkannya tanpa batas waktu, tugas sederhana pun bisa memakan waktu seharian. Tanpa batasan, produktivitas Anda pasti berantakan.
Tips penting: jangan terlalu optimis saat menghitung durasi. Selalu siapkan waktu cadangan untuk tugas mendadak atau hal-hal di luar rencana.
Dengan disiplin waktu, Anda bisa terhindar dari tumpukan pekerjaan di akhir hari. Agar jadwal Anda tidak berantakan, tidak ada salahnya menggunakan software time tracking dan time tracker proyek. Alat ini sangat praktis untuk memantau durasi kerja secara real-time sekaligus melihat pola produktivitas Anda.
3. Cari kegiatan setelah pulang kantor
Sadarkah Anda, kalau punya janji penting seperti kontrol dokter, Anda pasti bisa pulang tepat waktu? Dengan adanya agenda di luar kantor, kita otomatis tergerak untuk disiplin waktu. Nah jadi, buatlah jadwal pribadi setiap harinya.
Agendanya tidak perlu muluk-muluk. Bisa saja Anda mau nge-gym, bertemu teman, atau sekadar pengin masak sendiri buat makan malam di rumah. Memiliki kesibukan lain di luar kantor memberi Anda alasan kuat untuk pulang tepat waktu. Saat ada hal seru yang menunggu, Anda pasti jadi lebih semangat menyelesaikan pekerjaan.
Kuncinya, masukkan kegiatan tersebut ke kalender dan anggap sebagai janji yang WAJIB ditepati. Rasa urgensi ini akan mendorong Anda untuk segera menutup laptop begitu jam kerja usai.
4. Luangkan waktu sebelum jam pulang kerja
Jika jam kantor Anda berakhir pukul 5 sore, jangan menunggu sampai menit terakhir untuk menutup laptop. Sisihkan waktu 15-20 menit sebelum jam pulang untuk berbenah. Selesaikan tugas-tugas kecil, balas email darurat, dan rapikan meja Anda.
Dengan mencuri start untuk bersiap, Anda tidak akan terjebak dalam tugas mendadak yang sering kali muncul di menit-menit terakhir.
5. Ubah pola pikir Anda soal pulang tepat waktu
Banyak orang merasa tidak enak jika pulang saat rekan kantor masih lembur. Padahal, pulang tepat waktu bukan berarti Anda malas. Jika tugas hari ini sudah beres, pulanglah dengan bangga karena itu bukti manajemen waktu Anda jempolan.
Agar tidak merasa terbebani, cobalah ubah mindset Anda. Pulang tenggo bukan berarti kabur dari pekerjaan. Sebaliknya, Anda memprioritaskan kualitas hidup. Katakan pada diri sendiri, “Saya mau makan bareng keluarga” atau “Saya mau olahraga supaya badan tetap sehat.”
Pola pikir ini membantu Anda menghargai waktu pribadi. Ingat, kesehatan mental dan hubungan dengan orang terdekat sama pentingnya dengan karier. Dengan pikiran yang tenang, Anda justru bisa bekerja lebih baik keesokan harinya.
Pentingnya Pulang Tenggo
Sebenarnya, ada banyak alasan kuat mengapa pulang tepat waktu sangat penting bagi kesejahteraan Anda. Kita sudah sempat menyinggung ini sedikit di awal.
Mari kita bahas lebih dalam bagaimana kebiasaan ini secara nyata bisa mengubah keseimbangan hidup dan produktivitas Anda.
Overwork merugikan Anda dan perusahaan
Dampak buruk kerja berlebihan bagi fisik dan mental benar-benar tidak bisa disepelekan. Penelitian menunjukkan bahwa stres akibat overwork berkepanjangan bisa memicu masalah kesehatan serius.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja lebih dari 55 jam seminggu meningkatkan risiko stroke hingga 35% dan risiko iskemia jantung sebesar 17% dibandingkan dengan mereka yang rata-rata jam kerjanya sesuai standar. Rasanya tidak sepadan jika Anda mengorbankan nyawa demi setumpuk pekerjaan.
Menariknya, lembur juga sebenarnya merugikan pihak perusahaan. Berbagai studi membuktikan bahwa menambah jam kerja tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih produktif. Sebaliknya, karyawan yang kelelahan atau burnout cenderung lebih sering absen karena sakit, lebih mudah memutuskan untuk resign, dan akhirnya meningkatkan beban biaya kesehatan kantor.
Sehebat apa pun kemampuan Anda, saat tubuh sudah mencapai batasnya, kerja jadi tidak efisien. Bukan cuma itu, potensi Anda melakukan kesalahan fatal jauh lebih besar.
Data dari CNBC Indonesia memperkuat hal ini. Lebih dari 52% pekerja saat ini mengalami burnout atau kelelahan kerja kronis. Bahkan, tingkat kesejahteraan mental pekerja di tanah air tercatat masih berada di bawah rata-rata global. Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi tekanan mental serius akibat tekanan kerja.
Jadi, jika Anda tidak segera mengubah pola kerja ini, produktivitas akan terus merosot akibat kelelahan yang tidak terkelola.
Pulang tepat waktu tingkatkan work-life balance
Siapa, sih, yang tidak mau punya work-life balance? Topik ini selalu jadi langganan buku self-help sampai seminar karier. Walau saya bukan life coach atau pakar produktivitas, saya paham cara termudah meningkatkan kualitas hidup adalah dengan berhenti menghabiskan seluruh waktu Anda di kantor.
Pulang tenggo memberi Anda kesempatan berharga untuk lepas sejenak dari penatnya pekerjaan. Anda jadi punya waktu untuk hal-hal yang bikin bahagia, seperti nongkrong bareng teman, main dengan anabul tersayang, atau akhirnya menamatkan novel yang sudah lama berdebu di meja.
Momen quality time seperti itulah yang sangat krusial. Saat Anda benar-benar bisa beristirahat, produktivitas Anda keesokan harinya justru akan meningkat drastis karena pikiran jadi lebih jernih dan segar.
Anda jadi lebih disiplin waktu
Disiplin kunci utama kesuksesan, dan cara paling ampuh melatihnya adalah dengan berkomitmen pulang tepat waktu. Kenapa? Karena langkah ini mendorong Anda untuk menggunakan jam kerja secara lebih bijak.
Sesuai Kaidah Parkinson, pekerjaan akan selalu menyita waktu sebanyak yang kita sediakan. Artinya, jika sudah terbiasa lembur, Anda akan cenderung santai di siang hari dan akhirnya kewalahan di sore hari.
Namun, kalau jam pulang sudah jadi ‘harga mati’, Anda pasti akan lebih fokus agar pekerjaan cepat selesai. Batasan waktu inilah yang memaksa Anda untuk menyaring mana tugas yang benar-benar prioritas dan mana yang hanya membuang energi. Hasilnya? Anda tak perlu kerja lembur bagai kuda.
Kerja Cerdas Bukan Kerja Keras
Lembur sesekali itu wajar, apalagi kalau Anda memang sangat menyukai pekerjaan tersebut. Namun, kalau sudah jadi rutinitas sampai Anda merasa jenuh dan sulit konsentrasi, itu tandanya ada yang salah. Jangan abaikan sinyal lelah dari tubuh Anda.
Ingat, kerja overtime terus-menerus justru merugikan kesehatan dan produktivitas Anda. Mulailah terapkan lima strategi tadi supaya jam kerja Anda lebih tertata. Kalau bisa pulang tepat waktu, Anda punya waktu untuk recharge energi. Jadi, besok Anda bisa kembali bekerja dan siap memberikan yang terbaik. Semangat!