Review Jujur:
Time Doctor

Terkonsep dengan baik dan user-friendly, tapi sayangnya fitur monitoring karyawan terasa berlebihan

Written by Asim Qureshi
Oleh Asim Qureshi, CEO Jibble

Sebagai CEO perusahaan software time tracking, saya perlu mengetahui langkah para kompetitor. Karena itu, saya dan tim secara rutin meneliti sekaligus mencoba langsung produk-produk mereka. Ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami.

Dalam review ini, saya akan bagikan hasil temuan tersebut secara transparan. Mulai dari memberi apresiasi jika memang layak, dan bersikap jujur ketika ada produk yang menurut saya sebaiknya dihindari. 

Tujuan review ini sederhana yaitu membantu Anda memperoleh gambaran yang jujur, adil, dan berguna. Jadi, solusi terbaik untuk bisnis Anda bisa ditemukan di sini.

Review Ini Mencakup:

Gambaran Umum

Time Doctor bukan sekadar alat time tracking biasa. Software ini lebih tepat disebut sebagai alat analisis produktivitas tim.

Fungsinya jauh melampaui pencatatan jam kerja. Aplikasi ini mampu memberikan insight mendalam soal manajemen waktu karyawan.

Manajer bisa memantau produktivitas tim secara menyeluruh lewat fitur monitoring penggunaan web dan aplikasi, aktivitas keyboard serta mouse, sampai screenshot layar.

Aplikasi ini juga sangat membantu dalam urusan manajemen proyek. Anda bisa mengatur budget per jam dan estimasi biaya proyek sejak awal. Begitu anggota tim mulai mencatat jam kerja mereka, Time Doctor akan otomatis memperbarui sisa anggaran yang tersedia. Jadi, Anda bisa selalu memantau biaya proyek agar tidak overbudget.

Bukan cuma itu, Time Doctor juga sudah terintegrasi dengan lebih dari 60 aplikasi populer, seperti Asana, Trello, dan Salesforce.

Anda jadi lebih gampang menghubungkannya dengan berbagai tool pendukung kerja yang sudah ada. Hasilnya, workflow tim dijamin makin seamless.

Dari segi penggunaan, aplikasi ini cukup mudah dioperasikan berkat tampilannya yang rapi. Versi desktop dan web-nya berjalan sangat baik, walaupun sesekali agak nge-lag.

Sayangnya, saya tak merasakan kemudahan itu saat buka Time Doctor dari hape. Ulasan untuk aplikasi mobile-nya memang tidak banyak, tapi isinya cukup mengkhawatirkan.

Ada pengguna yang mengeluh harus login ulang setiap beberapa bulan sekali. Aplikasinya juga sering terputus saat ponsel sedang dicas. Ulasan-ulasan lama pun menunjukkan masalah serupa, terutama soal kendala login dan sinkronisasi data yang terus berulang.

Berbagai masalah teknis inilah yang bikin rating aplikasinya cukup jeblok, mau itu di Google Play Store (2,1/5) atau App Store (2,8/5).

Selain masalah di aplikasi mobile, beberapa pengguna juga merasa resah dengan fitur monitoring Time Doctor yang dianggap terlalu berlebihan. Untuk aplikasi yang tujuannya “memberdayakan” tim, tingkat pengawasan seketat ini malah bisa terasa invasif dan mengganggu privasi.

Pasti ada plus dan minusnya saat pakai Time Doctor. Tapi sebelum ambil kesimpulan, yuk kita lihat dulu fitur-fitur unggulannya sekaligus ngecek apa kata para penggunanya.

Laman utama aplikasi Time Doctor yang menampilkan jam kerja terlacak dan aktivitas pengguna.

Foto dari Time Doctor

Apa yang Disukai Pengguna dari Time Doctor?

  • Oke buat pantau dan tingkatkan produktivitas
  • Gampang lacak jam kerja yang dapat ditagih
  • Proses penagihan jadi lebih simpel berkat fitur invoicing bawaan

Apa yang Tidak Disukai Pengguna dari Time Doctor?

  • Fitur lacak URL, screenshot, dan pemantauan webcam terasa invasif
  • Respons tim support lambat
  • Performa aplikasi mobile kurang oke
  • Tidak ada versi gratis

Paket Langganan Apa Saja yang Ditawarkan Time Doctor?

Time Doctor punya empat pilihan paket langganan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda: Basic, Standard, Premium, dan Enterprise.

Untuk paket termurah, ada Basic seharga $6,70 per pengguna/bulan (kalau bayar tahunan) atau $8 kalau bayar bulanan. Ada sedikit kenaikan harga sejak review kami sebelumnya.

Di paket Basic ini, Anda sudah bisa melacak jam kerja, mengambil screenshot layar, dan membuat laporan timeline. Walau agak terbatas, ini cukup memadai untuk tim kecil.

Nah, kalau butuh fitur tambahan seperti jadwal kerja, manajemen cuti, atau analitik yang lebih tajam, Anda mesti upgrade ke paket lebih tinggi. Tapi ya itu, biayanya tidak sedikit.

Paket langganan Time Doctor serta fitur-fiturnya.

Foto dari Time Doctor

Paket Standard sudah mencakup semua fitur utama pelacakan waktu dan kehadiran yang dibutuhkan tim skala menengah hingga besar.

Kalau mau fitur lebih lengkap, ada paket Premium yang mencakup monitoring keyboard, rekam layar video, sampai status koneksi internet.

Soal harga, Time Doctor ini ada di kelas menengah. Meskipun fiturnya tergolong standar, Time Doctor menang di sisi penggunaan yang simpel dan tidak ribet.

Apa Saja Fitur Unggulan Time Doctor?

1. Time Tracking

Melacak waktu di Time Doctor sangat gampang.

Menurut saya, kunci kenyamanannya ada di tampilan aplikasi yang rapi. Tidak ada tombol aneh-aneh yang bikin bingung. Cukup sekali klik, waktu langsung tercatat.

Kalau lupa lacak waktu, Anda juga bisa input manual untuk disetujui manajer nantinya.

Jam kerja pun bisa dipilah per proyek atau tugas supaya lebih rapi. Aplikasi ini juga mampu melacak waktu istirahat dan saat Anda sedang idle.

Semua data tersebut langsung tersaji di dasbor produktivitas supaya tim bisa pantau progres kerja bareng-bareng.

Kerennya lagi, aplikasi ini tetap jalan meski offline. Data tersimpan aman di cache lokal dan otomatis sinkron begitu koneksi internet kembali stabil. Ini cocok kalau Anda sedang berada di daerah yang sinyalnya kurang bagus.

Sayangnya, sistem absensinya menurut saya masih perlu ditingkatkan. Kalau ada fitur face recognition, data kehadiran pasti bakal jauh lebih akurat dan efektif buat mencegah kebiasaan titip absen.

dasbor time tracking Time Doctor

Foto dari Time Doctor

2. Manajemen Proyek dan Integrasi

Mengelola banyak proyek sekaligus memang sering bikin pusing. Untungnya, Time Doctor menyediakan solusi untuk itu.

Tak cuma melacak waktu, Anda bisa mengatur anggaran dan estimasi biaya proyek sejak awal. Begitu tim mulai kerja, sistem akan otomatis menghitung sisa anggaran berdasarkan jam yang terpakai.

Untuk kebutuhan klien, Anda tinggal atur tarif tagihan (billable rate) per proyek maupun orang. Nantinya, Time Doctor akan menghitung total invoice berdasarkan jam pengerjaannya. Anda pun lebih gampang pantau apakah proyek masih aman sesuai jadwal dan budget.

Rincian waktu yang dihabiskan untuk proyek di Time Doctor

Foto dari Time Doctor

3. Laporan Mendalam

Time Doctor menyediakan berbagai jenis laporan otomatis untuk membantu Anda memantau produktivitas tim dan progres proyek secara detail.

Laporan-laporan ini meliputi:

  • Laporan Ringkasan Aktivitas Menampilkan ringkasan waktu aktif, idle, serta kategori produktif dan tidak. Laporan ini juga memerinci penggunaan manual dan mobile.
  • Laporan Kehadiran Menampilkan siapa yang hadir, absen, terlambat, atau tidak masuk di jam tertentu dengan opsi filter.
  • Laporan Jam Terlacak – Menampilkan total jam kerja yang tercatat dalam rentang waktu tertentu.
  • Laporan Proyek dan Tugas – Mengategorikan waktu kerja per proyek dan tugas.
  • Laporan Timeline – Memberikan visualisasi pola kerja harian dan mingguan, lengkap dengan jam masuk/pulang, waktu istirahat, serta tugas yang dikerjakan.
  • Laporan Web and App Usage Mencatat situs dan aplikasi apa saja yang diakses, durasi penggunaannya, serta grafik tren produktivitas.
  • Konektivitas Internet – Menampilkan persentase aktivitas yang dilakukan saat sedang online maupun offline.

Meski tidak semuanya dibutuhkan, laporan-laporan ini sangat informatif bagi manajemen. Menariknya lagi, Anda gampang mengekspor semua data tersebut ke format PDF, XLS, maupun CSV.

Data pelaporan Time Doctor

Foto dari Time Doctor

4. Monitoring Karyawan

Soal monitoring karyawan, Time Doctor bisa dibilang meng-cover hampir semua aspek.

Dengan melacak akses URL, situs, hingga aplikasi, Time Doctor memastikan setiap anggota tim memakai jam kerjanya untuk hal-hal produktif.

Berkat teknologi canggihnya, semua aktivitas tadi bakal otomatis dikategorikan sebagai produktif atau tidak. Anda bisa mengatur sendiri kategori ini sesuai kebutuhan tim.

Tingkat keaktifan karyawan juga diukur melalui aktivitas mouse dan keyboard. Kalau ada yang idle terlalu lama, sistem akan otomatis memberi peringatan. Tujuannya untuk memastikan mereka beneran masih bekerja.

Bagi yang lebih suka visual, Time Doctor juga punya fitur screenshot dan rekaman video di paket Premium.

Fitur-fitur ini memang canggih. Tapi sejujurnya, saya pribadi kurang sreg dengan monitoring yang terlalu ketat. Sebaiknya fitur ini digunakan secara bijak, kecuali Anda ingin jadi orang paling tidak disukai di kantor!

Dasbor Time Doctor yang menampilkan informasi monitoring karyawan

Foto dari Time Doctor

Kumpulan Ulasan Positif dari Pengguna

  • “Aplikasi ini bener-bener ngebantu kita buat ngelihat celah mana yang bisa diperbaiki. Jadi, kita bisa lebih hemat waktu dan hasil kerja pun makin maksimal!” – Reviewer Terverifikasi (Sumber: Capterra)
  • “Sebagai data analis, Time Doctor nolong banget buat ngerapiin tugas harian saya. Kerja jadi lebih produktif dan terorganisir!” – Eric R. (Sumber: Capterra)
  • “Fitur real-time tracking-nya keren! Ada screenshot dan monitoring aplikasi juga, jadi semuanya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Tampilannya pun simpel. Saya dan tim langsung sreg dan gampang pakenya.” – Pengguna Terverifikasi di sektor Layanan Teknologi Informasi (Sumber: G2)
  • “Saya suka laporan dan insight-nya yang detail. Bener-bener bantu saya tetap on-track dan makin semangat kerjanya. Pokoknya, Time Doctor worth it buat siapa pun yang mau lebih pintar ngatur waktu!” – Mohammed Y. (Sumber: G2)
  • “Software ini bener-bener bikin hidup saya dan tim lebih simpel. Solusi ALL-IN-ONE pokoknya! Sekarang ngatur waktu dan pantau aktivitas, terutama saat kerja remote, jadi gampang.” – Georges T. (Sumber: GetApp)

Kumpulan Ulasan Negatif dari Pengguna

  • “User interface-nya kaku dan enggak nyaman. Terus, CS-nya susah dihubungin. Harganya juga menurut saya tak sebanding kualitasnya.” Diego V. (Sumber: Capterra)
  • “Saya udah pakai dari 2020, tapi akhir-akhir ini aplikasinya beneran bikin emosi. Sistem tagihannya kacau. Tim support-nya juga enggak ngebantu sama sekali. Saya udah kurangin pengguna karena mau pindah platform, eh malah tetep ditagih pake jumlah user lama yang udah dihapus. Kecewa lah.” – Brahm M. (Sumber: G2)
  • “Saya enggak sreg sama fitur time tracking-nya. Kadang-kadang suka eror. Emang enggak gitu parah, tapi tetep aja ngeganggu kerjaan.” – Pengguna Terverifikasi di sektor Layanan Teknologi Informasi (Sumber: G2)
  • “Nih aplikasi kadang aneh, deh. Tiba-tiba lacak waktu sendiri, padahal udah saya matiin. Kok bisa gitu ya?” – Pengguna Terverifikasi di sektor Pemasaran dan Periklanan (Sumber: G2)
  • “CS-nya lelet. Masa perlu nunggu berhari-hari dulu baru dibales.” – Paige B. (Sumber: GetApp)

Bagaimana Rating Time Doctor di Situs Review?

Per Januari 2025

  • Capterra: 4,5/5
  • G2: 4,4/5
  • TrustRadius: 8,8/10
  • GetApp: 4,6/5
  • Google Play Store: 2,1/5
  • App Store: 2,8/5

Apa Kesimpulan Akhir Saya tentang Time Doctor?

Secara keseluruhan, Time Doctor adalah solusi praktis untuk urusan HR dan administrasi. Fitur otomatisasinya efektif memangkas waktu untuk time tracking, penjadwalan, hingga pemantauan produktivitas. Di samping itu, ada fitur pelaporan yang mampu memberikan insight mendalam bagi perusahaan.

Namun, Time Doctor jauh dari kata sempurna. Software ini masih ada kekurangannya. Aplikasi mobile-nya butuh perbaikan serius, baik dari sisi tampilan maupun fitur. Selanjutnya, customer service mereka juga seharusnya bisa lebih responsif dan mudah dihubungi.

Jujur saja, saya kurang suka fitur monitoring-nya terlalu berlebihan. Saya rasa banyak pengguna lain setuju soal ini. Meski saya paham tujuannya untuk memantau produktivitas, pengawasan terlalu ketat justru bisa terasa mengganggu privasi.

Di luar masalah itu, saya tetap memandang Time Doctor sebagai software time tracking yang solid. Asalkan fitur-fiturnya digunakan secara etis, ya!