Rekomendasi terbaik
1. Jibble
Jibble menyediakan fitur absensi face recognition 100% gratis agar pelacakan waktu karyawan berjalan lancar.
Software ini didukung teknologi mutakhir yang mampu memindai wajah karyawan secara 3D sebagai referensi utama. Dengan begitu, sistemnya akan sangat sulit dikelabui dengan foto atau gambar 2D biasa. Hasilnya? Kebiasaan titip absen hilang, Anda pun lebih tenang.
Hebatnya lagi, Jibble bisa tetap digunakan meski sinyal sedang jelek. Manfaatkanlah fitur time tracking offline-nya agar pencatatan jam kerja tetap akurat tanpa hambatan sedikit pun.
Bagaimana cara kerja aplikasi absensi wajah Jibble?
Jibble memudahkan siapa saja untuk clock in dan out pakai face recognition, baik melalui ponsel pribadi maupun mode kios online kantor.
Untuk mulai menggunakannya, admin atau karyawan perlu mengambil foto buat jadi dasar data wajah. Caranya pun sangat gampang. Anda cukup ambil empat foto dari sudut berbeda: kiri, kanan, atas, dan bawah. Ini dilakukan supaya sistem bisa mengenali data biometrik wajah Anda secara akurat.
Kemudian, Jibble akan menyimpan data wajah Anda dan menggunakannya setiap kali absen. Teknologi AI kami yang canggih akan otomatis mengenali Anda saat berada di depan kamera. Selanjutnya, Jibble juga mengambil foto untuk dilampirkan ke timesheet sebagai bukti kehadiran.
Apa bedanya data wajah dengan absen pakai foto biasa?
Kalau absen pakai foto, prosesnya sangat sederhana. Sistem hanya mengambil cuplikan wajah Anda dan melampirkannya ke timesheet sebagai dokumen fisik.
Nah, kalau dibandingkan dengan foto biasa, data wajah jauh lebih unggul. Dengan fitur face recognition Jibble, software kami akan mengubah ukuran dan detail fitur wajah Anda menjadi kode unik yang disebut ‘data wajah’ tadi.
Bagian paling menariknya? AI face recognition Jibble akan memperbarui data wajah Anda setiap kali clock in. Alhasil, sistem kami akan makin pintar dan presisi dalam mengenali wajah Anda dari waktu ke waktu!
Mode Kios Cepat Jibble
Mode kios cepat membuat fitur face recognition Jibble jauh lebih hebat. Begitu fitur ini aktif, karyawan tinggal menghampiri perangkat kios dan menghadap kamera untuk clock in dan out. Tak ada lagi yang namanya mengantre panjang buat absen.
Apa yang terjadi jika Jibble gagal mengenali wajah karyawan?
Bisa tidaknya karyawan clock in dan out tergantung pada pengaturan batasan yang ditetapkan admin. Misalnya, mereka mungkin tetap diizinkan masuk meski data wajahnya tidak terverifikasi. Namun, entri waktunya akan ditandai dalam timesheet. Admin juga akan menerima peringatan.
Atau, karyawan tidak bisa clock in setelah sistem Jibble gagal mendeteksi. Dalam kasus tersebut, karyawan harus mencoba ulang hingga berhasil. Kalau tetap gagal, mereka bisa meminta manajer memasukkan PIN Admin untuk clock in dan out.
Yang Disukai Pengguna
- Gratis selamanya untuk pengguna tanpa batas
- Time tracking dan absensi akurat
- Tim dukungan sigap tanggap
- Proses onboarding mudah
- Teknologi AI canggih untuk pemindaian wajah 3D
- Kios online bersama
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Aplikasi ponsel nge-glitch saat log-out
Rating
- GetApp: 4,8/5
- PlayStore: 4,6/5
- Software Advice: 5/5
- AppStore: 4,8/5
- Capterra: 4,8/5
2. Buddy Punch
Fitur absensi wajah Buddy Punch kompatibel dengan aplikasi web dan mobile. Pemilik bisnis bisa mengaktifkan fitur ini sebagai pengaman tambahan saat karyawan mencatat kehadiran atau ketika log-in ke akun mereka.
Selain memindai wajah saat clock in, karyawan juga bisa mencantumkan lokasi, kode departemen, atau jadwal kerja yang sudah ditentukan.
Bagaimana cara kerja fitur absensi wajah Buddy Punch?
Agar fitur ini berfungsi, sistem memerlukan satu foto referensi karyawan. Silakan ikuti salah satu cara berikut untuk mendaftarkannya:
- Mengambil foto baru via webcam
- Menggunakan foto dari perangkat
- Memilih foto dari profil karyawan
Setelah foto dipilih, sistem siap digunakan!
Satu hal yang menarik, admin tetap diwajibkan memasukkan kata sandi saat log-in. Jadi, data karyawan tetap aman dan terjaga kerahasiaannya. Untuk keamanan ekstra, kewajiban ini juga bisa diaktifkan untuk akun karyawan.
Sayangnya, fitur face recognition Buddy Punch hanya bisa berfungsi jika terhubung dengan koneksi Wi-Fi atau Eternet yang stabil.
Apa yang terjadi jika Buddy Punch gagal mengenali karyawan?
Sistem akan menampilkan pesan eror ketika fitur face recognition gagal melakukan verifikasi. Akibatnya, pengguna tidak akan bisa clock in atau log-in ke akun mereka.
Fitur Face Recognition Buddy Punch vs Clock In Pakai Foto Webcam
Di samping fitur absensi face recognition, Buddy Punch punya metode clock in pakai foto webcam.
Fitur opsional ini akan otomatis mengambil foto karyawan setiap kali mereka clock in atau out. Hasilnya lalu tersimpan dalam timesheet sebagai bukti. Selanjutnya, manajer bisa mengecek dasbor untuk memastikan identitas orang yang mau absen.
Mungkin Anda penasaran, apa bedanya dengan absensi face recognition? Mari saya jelaskan:
Pada fitur absensi face recognition, Anda perlu mengunggah foto referensi setiap karyawan terlebih dahulu. Nantinya, sistem akan membandingkan wajah mereka dengan data tersebut saat mau clock in dan out.
Sedangkan pada fitur webcam, sistem hanya sekadar memfoto karyawan dan melampirkan hasilnya dalam timecard. Fitur ini tidak melakukan identifikasi wajah berdasarkan data biometrik.
Yang Disukai Pengguna
- Mudah digunakan bagi pengguna baru
- Tim dukungan oke
- Ada kode pekerjaan untuk memantau waktu proyek
- Pengajuan cuti berbayar
- Penjadwalan bulanan dan pengeditan shift
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Susah memperbaiki entri clock in dan out yang salah
- Aplikasi ponsel tidak selancar versi desktop
- Terbatasnya opsi pelaporan cuti berbayar
- Pengajuan timecard kios memakan waktu bagi manajer
Rating
- GetApp: 4,8/5
- Software Advice: 5/5
- Capterra: 4,8/5
Ingin tahu lebih lanjut? Silakan baca review 100% jujur tentang Buddy Punch.
3. ClockShark
Software absensi wajah Clockshark setara dengan yang terbaik di pasaran. Fitur ini kompatibel dengan kiosk clock miliknya, serta bisa digunakan bersama pengambilan foto agar proses catat kehadiran karyawan lebih cepat dan aman.
Bagaimana cara kerja fitur absensi wajah ClockShark?
Fitur absensi wajah ClockShark diaktifkan secara khusus untuk setiap karyawan sesuai kebutuhan.
Setiap karyawan punya PIN unik untuk clock in. Begitu karyawan clock in lewat perangkat kios, sistem secara otomatis mengambil foto dan melampirkannya ke timesheet.
Kemudian, dengan teknologi machine learning, sistem akan membandingkan foto saat clock in dengan data referensi untuk memastikan kebenaran identitas mereka.
Harap perhatikan bahwa setelah fitur ini diaktifkan, ClockShark akan menggunakan foto pertama karyawan sebagai referensi utama. Jadi, pastikan foto pertama tersebut sudah benar dan jelas. Jika fotonya kurang bagus, proses clock in selanjutnya berisiko mengalami eror.
Sayangnya, karena hanya bisa lewat kiosk clock, fitur face recognition ClockShark kurang cocok bagi pekerja remote atau freelancer.
Apa yang terjadi jika ClockShark gagal mengenali karyawan?
Katakanlah ada karyawan mencoba pura-pura jadi orang lain. Sistem akan langsung mendeteksi hal tersebut dan menampilkan pesan eror pada timesheet karyawan. Nantinya, ini bisa dipantau langsung oleh admin.
Yang Disukai Pengguna
- Mengelola staf dengan pelacakan GPS
- Tim dukungan responsif
- Pengingat otomatis untuk clock in
- Mudah mengelola pengajuan cuti berbayar
- Fitur penjadwal drag and drop
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Butuh koneksi internet stabil
- Aplikasi ponsel kurang oke
- Mahal untuk bisnis kecil
- Integrasi terbatas dengan software lain
- Sulit mengedit jam kerja saat karyawan sedang clock in
Rating
- GetApp: 4,7/5
- Software Advice: 4,5/5
- Capterra: 4,7/5
Cari tahu ada solusi manajemen karyawan apa saja yang ditawarkan lewat review jujur kami tentang ClockShark.
4. Deputy
Dengan fitur face recognition Deputy yang praktis, karyawan bisa clock in dan out tanpa sentuh apa pun.
Menurut saya, sistem 100% touchless ini seperti menyelam sambil minum air. Prosesnya jadi lebih cepat dan bebas repot, sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan.
Bagaimana cara kerja fitur face recognition Deputy?
Saat pertama kali clock in, karyawan harus menggunakan PIN unik mereka terlebih dahulu. Setelah itu, cukup aktifkan fitur face unlock agar bisa menggunakan absensi wajah seterusnya.
Deputy menggunakan teknologi dari Amazon untuk mengenali wajah karyawan. Begitu wajah terdeteksi, sistem akan mengambil foto dan mengirimkannya ke Amazon untuk dibandingkan dengan baseline photo karyawan tersebut. Jika fotonya cocok, mereka langsung clock in dan siap bekerja!
Karena prosesnya tanpa sentuh, software ini memanfaatkan teknologi pengenalan suara Siri dari Apple. Karyawan cukup ngomong untuk memulai atau mengakhiri shift. Keren, bukan?
Akan tetapi, perintah suara Deputy hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
Apa yang terjadi jika Deputy gagal mengenali karyawan?
Jika karyawan tidak bisa clock in pakai face recognition Deputy, mereka bisa masukkan PIN sebagai gantinya. Pastikan juga Kiosk Deputy terhubung ke internet sebab fitur ini tidak berfungsi secara offline.
Yang Disukai Pengguna
- Mudah dipelajari untuk staf
- Hemat biaya
- Penjadwalan online untuk shift karyawan
- Perintah suara untuk melacak waktu tanpa sentuhan
- Perekrutan dan onboarding untuk staf baru
- Aplikasi mobile untuk pelacakan saat bepergian
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Terbatasnya fitur aplikasi Android
- Terbatasnya opsi kustomisasi
- Sulit menyetujui pengajuan cuti
- Hanya memiliki panduan web, tidak ada training formal yang tersedia
Rating
- Playstore: 4,7/5
- AppStore: 4,7/5
- GetApp: 4.6/5
- Capterra: 4,6/5
Silakan baca review jujur kami tentang Deputy untuk tahu fitur lengkapnya.
5. Timeero
Proses clock in karyawan makin otomatis pakai fitur face recognition yang ada di kiosk Timeero.
Aplikasi ini kompatibel dengan tablet iOS. Jadi, pencatatan kehadiran pun lebih mudah. Hebatnya lagi, fitur ini juga bisa berfungsi secara offline.
Bagaimana cara kerja fitur face recognition Timeero?
Timeero mewajibkan karyawan memasukkan PIN unik setiap kali clock in dan out. Untuk mengaktifkan face recognition, Anda bisa mengunggah foto secara manual. Atau, gunakan foto pertama yang diambil sistem saat absen sebagai referensi utama.
Setelah itu, untuk memverifikasi identitas, teknologi AI akan membandingkan referensi tersebut dengan foto yang diambil saat clock in. Gampang sekali!
Di Timeroo, pengguna juga bisa mengaktifkan geofencing atau kode perangkat khusus guna memastikan lokasi karyawan saat mereka mencatat kehadiran.
Sayangnya, fitur absensi wajah Timeero hanya kompatibel dengan tablet iOS.
Apa yang terjadi jika Timeero gagal mengenali karyawan?
Jika foto saat clock in tidak cocok dengan referensi, sistem akan segera mengirim email peringatan ke admin. Kesalahan tersebut juga akan ditandai di timesheet karyawan. Meski begitu, karyawan masih bisa clock in setelahnya.
Yang Disukai Pengguna
- Customer service bisa diandalkan
- Pengaturan cepat
- Pelacakan jarak tempuh untuk karyawan
- Mudah memperbarui data face recognition
- Penjadwalan janji temu yang efisien
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Kesulitan mengaudit laporan karyawan
- Tidak kompatibel dengan perangkat Android
- Pelacakan GPS sering tidak stabil
- Kelancaran software tergantung pada pilihan peramban
Rating
- GetApp: 4,4/5
- Software Advice: 4,5/5
- Capterra: 4,4/5
6. Darwinbox HR
Darwinbox HR menawarkan software absensi wajah yang sepenuhnya touch-free. Dengan teknologi face recognition berbasis AI, aplikasi ini memberikan pengalaman clock in yang sangat berkualitas.
Fitur ini juga berfungsi dengan mulus, baik di perangkat Android maupun iOS.
Bagaimana cara kerja fitur face recognition Darwinbox HR?
Software ini ini menggunakan layanan AWS Rekognition untuk proses pengenalan wajah karyawan. Cara mengaturnya pun sangat mudah. Anda cukup buka aplikasi dari hape, lalu berikan izin kepada sistem untuk memetakan wajah sebagai referensi.
Setelah pemetaan wajah selesai, data tersebut akan ditandai di ID profil pengguna. Kemudian, mereka bisa clock in seperti biasanya pakai pemindaian wajah.
Selain itu, untuk keamanan ekstra, software ini juga menawarkan pra-validasi lokasi untuk memastikan karyawan benar-benar clock in di tempat yang tepat.
Apa yang terjadi jika Darwinbox HR gagal mengenali karyawan?
Darwinbox HR tidak merinci protokol keamanan apa yang akan dijalankan jika terjadi ketidakcocokan data wajah atau kesalahan saat karyawan mencatat kehadiran.
Yang Disukai Pengguna
- Manajemen payroll
- Fitur manajemen karyawan sangat fleksibel
- Pelacakan jarak tempuh untuk karyawan
- Ada fitur reimbursement
- Ada fitur bot suara
Yang Tidak Disukai Pengguna
- Terbatasnya fitur aplikasi mobile
- Akses terbuka untuk informasi karyawan
- Tidak ada pengingat atau notifikasi pengajuan cuti
Rating
- Capterra: 4,2/5
- Software Advice: 4/5
- G2: 4,3/5
- Gartner: 4,8/5







