6 Tips Manajemen Waktu Freelancer dari Ahlinya

Hai, Saya Asim Qureshi, CEO serta co-founder Jibble, software waktu dan kehadiran berbasis cloud. Saya punya pengalaman bertahun-tahun dalam membangun dan mengembangkan produk serta tim software di berbagai industri maupun pasar.

Sebelum mendirikan Jibble, saya bekerja sebagai VP di Morgan Stanley selama enam tahun. Saya sangat tertarik membantu bisnis tingkatkan produktivitas dan kinerja mereka lewat praktik manajemen waktu yang efisien.

Seorang freelancer wanita bekerja di kafe. Tips manajemen waktu freelancer.

Foto oleh Brooke Cagle di Unsplash

Waktu adalah uang.

Hal itu terutama berlaku untuk freelancer yang dibayar per jam. Apabila ada di situasi di mana waktu sangat berarti, Anda tentunya akan lebih berhati-hati saat menggunakan jam kerja.

Manajemen waktu adalah topik yang cukup populer di komunitas online. Ada ribuan tips manajemen waktu di luar sana. Mungkin sebagian dari ahli yang menjanjikan bisa mengubah kebiasaan kerja Anda.

Beberapa mungkin berhasil, sebagian mungkin tidak. Tapi, apa yang membuat tips di artikel ini berbeda?

Well, perbedaan paling nyata untuk tips manajemen waktu freelancer berikut adalah ini benar-benar dirancang khusus untuk pekerja lepas. 

Tips diambil langsung dari pengalaman freelancer sesungguhnya yang telah hadapi tantangan serta memahami cara untuk atasi masalah freelancing.

Berbeda dengan tips di luar sana, strategi ini cukup praktis, teruji, dan telah digunakan langsung oleh freelancer untuk menjaga produktivitas serta efisiensi.

Freelancer di tim kami dijamin setuju dengan beragam tips yang disebutkan di sini. 

Jadi, mari coba tips manajemen waktu freelancer ini, dan lihat bagaimana tips ini bisa membawa perubahan nyata dalam hari kerja Anda!

1. Buat Jadwal dan Patuhi

Tips manajemen waktu freelancer ini mungkin lumayan umum, tapi saya rasa ini sangatlah penting untuk membangun efisiensi.

Satu keuntungan utama saat freelancing adalah kendali penuh atas waktu Anda. Tapi, jadwal fleksibel ini tidak seindah yang dibayangkan. Jika tidak bisa kelola jadwal dengan benar, pekerjaan bisa saja jadi tumpang tindih dengan waktu pribadi.

Maka dari itu, Anda perlu buat jadwal yang sesuai dengan lifestyle pribadi. Ini akan membantu dalam menjaga work-life balance yang sehat.

Untuk lakukan ini, pertama mulailah untuk menentukan jam kerja optimal Anda. Di tahap ini, pertimbangkan jam-jam produktif Anda. Perhatikan apakah jam-jam tersebut di pagi hari atau larut malam.

Lalu, gunakan waktu tersebut untuk tangani tugas-tugas yang paling sulit. Kemudian, apabila jam kerja ideal sudah ditentukan, Anda bisa alokasikan waktu tertentu untuk berbagai jenis pekerjaan.

Misalnya, Anda bagi tugas menjadi tiga yakni yang butuh fokus mendalam, administratif, serta rapat kilen.

Dengan jadwal terstruktur itu, Anda bukan berarti harus terpaku pada jam kerja tradisional 9 to 5. Nikmatnya freelancing adalah kebebasan untuk merancang hari kerja sesuai kebutuhan Anda.

Anda bisa rancang jadwal kerja dengan jam bekerja singkat dan waktu istirahat sering. Atau, rancang jam kerja panjang dengan istirahat yang lebih lama di tengah hari.

Pastikan untuk menemukan jadwal kerja yang paling cocok untuk Anda. Hal paling penting, jaga konsistensi!

Sebelum menemukan jadwal kerja yang paling cocok, Anda mungkin perlu pelajari semua hal tentang freelance terlebih dahulu untuk jadi freelancer ahli!

2. Atur Prioritas Anda

Memilih prioritas sama pentingnya dengan mengerjakannya.” – James Clear

Tugas yang dimulai di awal hari cenderung punya peran penting dalam menentukan suasana sepanjang hari. Dengan memprioritaskan tugas secara efektif, Anda jadi lebih bisa fokus pada pekerjaan yang paling berdampak secara signifikan.

Pasalnya, saat bekerja, sering kali freelancer terjebak dalam mengerjakan pekerjaan sibuk yang mungkin terasa produktif tetapi sebenarnya tidak memberikan progres berarti.

Untuk optimalkan produktivitas, mulailah hari dengan identifikasi tugas paling penting yang butuh perhatian Anda. Ini bisa berupa proyek klien dengan prioritas tinggi, deadline mepet, atau masalah kompleks yang perlu dipecahkan.

Dengan menangani tugas terpenting di awal, Anda tetap membuat progres signifikan di bagian krusial meski pekerjaan yang kurang penting agak terganggu.

Jika menangani banyak proyek layaknya freelancer pada umumnya, Anda bisa pecah tugas menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Ini membantu dalam mencegah perasaan kewalahan dan memudahkan proses melacak progres.

Untuk menerapkan ini, Anda bisa mencoba buat daftar tugas berdasarkan prioritas dan selesaikan satu per satu. Kemudian, Anda bisa tandai setiap tugas yang sudah selesai.

Hal tersebut membuat semuanya jadi lebih terorganisir. Ini juga membantu Anda memastikan bahwa upaya yang dilakukan sudah selaras dengan tujuan terpenting.

Jangan lupa, kunci sukses freelancing bukan hanya tentang kerja keras, tapi juga tentang bekerja cerdas. Dengan atur prioritas dan fokus pada hal terpenting, Anda bisa pastikan bahwa waktu dan bakat telah dimanfaatkan sebaik mungkin.

Apabila telah merencanakan dengan baik, pada akhirnya, Anda akan memperoleh hasil terbaik dari waktu yang dihabiskan.

Time tracker Mac.

3. Lacak Waktu Anda

Apabila berharap bisa mengelola jam kerja dengan efektif, Anda perlu tahu ke mana waktu dihabiskan. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan melacak waktu Anda.

Ada banyak software time tracking di luar sana yang bisa bantu Anda mulai lakukan hal itu. Alat-alat itu bisa secara otomatis merekam waktu yang dihabiskan untuk berbagai tugas.

Kemudian, alat tersebut bisa menyediakan laporan terperinci yang menunjukkan bagaimana jam kerja dihabiskan. Beberapa bahkan dilengkapi fitur tracking proyek, pelacakan jam penggajian, dan penjadwalan.

Setelah melacak waktu, pastikan untuk meninjau log jam kerja secara teratur. Dengan begitu, Anda bisa memahami apa yang perlu diperbaiki dari cara waktu dihabiskan.

Anda juga bisa lihat, apakah ada waktu yang secara konsisten lama diselesaikan? Apakah ada periode saat Anda paling produktif? Dengan informasi ini, Anda bisa sesuaikan jadwal serta optimalkan workflow.

Selain itu, melacak waktu juga bisa membantu dalam menetapkan tujuan dan deadline yang realistis. Apabila punya gambaran jelas tentang lamanya mengerjakan suatu tugas, Anda bisa merencanakan hari dengan lebih akurat dan menghindari komitmen berlebihan.

Hal tersebut tidak hanya membantu semua berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, ini juga berguna untuk mengurangi stres dan mencegah burnout.

Alasan lain mengapa Anda perlu pertimbangkan melacak waktu adalah untuk menagih pembayaran ke klien secara akurat. Apabila Anda merupakan freelancer yang dibayar per jam, catatan kerja dan waktu terlacak bisa memastikan transparansi serta akurasi di invoice.

Akurasi tersebut membantu Anda menjustifikasi tarif dan waktu yang dihabiskan saat mengerjakan proyek. Hasilnya, Anda bisa membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan klien.

Bukan hanya itu, ada begitu banyak keuntungan yang bisa diperoleh hanya dengan melacak waktu. Mengingat itu semua, Anda tidak perlu ragu untuk mulai melacak waktu.

Butuh bantuan untuk memutuskan aplikasi time tracking apa yang akan digunakan? Lihat pilihan kami untuk 5 Aplikasi Time Tracking Terbaik untuk Freelancer.

4. Minimalkan Distraksi di Sekitar Anda

Saat bekerja remote, distraksi adalah tantangan terbesar. Ini bisa berupa gangguan dari anak-anak yang berlarian, keinginan untuk scrolling media sosial, atau pekerjaan rumah tangga. Tentunya, ini membuat fokus sulit terjaga.

Maka dari itu, proses meminimalkan distraksi di sekitar sangatlah penting untuk menjaga produktivitas Anda.

Cara terbaik untuk memulai ini adalah dengan menciptakan ruang kerja khusus. Pastikan ruangan ini bisa membuat Anda benar-benar fokus pada pekerjaan. Ruangan tersebut bisa berupa kamar terpisah, sudut yang tenang, atau bahkan tempat tertentu di meja dapur.

Pastikan juga ruangan tersebut nyaman dan bebas dari barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan serta mungkin menggoda fokus Anda. Lalu, beri pengertian ke orang-orang rumah untuk tidak mengganggu saat jam kerja.

Jika bekerja dari rumah terlalu berat, Anda bisa pertimbangkan untuk mengubah lingkungan. Misalnya, pergi ke kafe yang tenang atau co-working space

Ruangan tersebut bisa membantu Anda agar tetap termotivasi dan fokus. Ini juga memberikan batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan pribadi.

Selain itu, pastikan untuk menerapkan strategi guna meminimalisasi distraksi dari dunia digital. Anda bisa lakukan dengan mematikan notifikasi tak penting, menggunakan aplikasi untuk blokir situs web mengganggu, serta menetapkan waktu tertentu untuk periksa email dan medsos.

Dengan menyusun hari dan mengendalikan lingkungan, Anda bisa meningkatkan konsentrasi dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan saat jam kerja.

5. Coba Teknik Manajemen Waktu yang Sesuai untuk Anda

Sebenarnya, ada begitu banyak teknik manajemen waktu di luar sana. Hal tersulit adalah menemukan mana yang sesuai dengan Anda.

Inilah alasan utama mengapa saya menyarankan untuk bereksperimen dengan berbagai teknik agar bisa temukan pendekatan terbaik bagi Anda.

Beberapa teknik manajemen waktu populer yang bisa dicoba antara lain:

  • Teknik Pomodoro – Bekerja dalam interval fokus, biasanya 25 menit, diikuti dengan istirahat 5 menit. Setelah empat interval, ambil istirahat yang lebih lama. Metode ini membantu Anda mempertahankan tingkat konsentrasi tinggi dengan memecah pekerjaan menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola. Teknik ini juga memberikan otak Anda periode istirahat teratur.
  • Time Block – Jadwalkan blok waktu tertentu untuk tugas-tugas yang berbeda di satu hari. Misalnya, Anda mungkin mengalokasikan pukul 09.00 hingga 11.00 untuk pekerjaan fokus pada proyek. Pukul 11.00 hingga 12.00 untuk rapat tim. Lalu, pukul 13.00 hingga 14.00 untuk membalas email. Metode ini membantu dalam memprioritaskan tugas-tugas penting serta mengurangi distraksi. Ini juga memastikan bahwa Anda memiliki waktu khusus untuk aktivitas berprioritas tinggi.
  • Matriks Eisenhower The Matriks Eisenhower, atau juga dikenal sebagai Matriks Mendesak-Penting. Ini membantu Anda memprioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya. Matriks ini membagi tugas menjadi empat kategori: mendesak dan penting, penting tetapi tidak mendesak, mendesak tetapi tidak penting, dan tidak mendesak maupun tidak penting. Dengan mengurutkan tugas ke dalam kategori-kategori ini, Anda dapat fokus pada hal yang benar-benar penting dan mengelola waktu dengan lebih efisien.
  • Getting Things Done (GTD) – Metode Getting Things Done (GTD) melibatkan lima langkah utama: Tangkap, di mana Anda mengumpulkan semua tugas dan ide ke dalam suatu sistem; Jelaskan, di mana Anda memproses item-item ini dan memutuskan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti; Atur, di mana Anda mengurutkan tugas ke dalam kategori atau proyek; Renungkan, di mana Anda secara teratur meninjau dan menyesuaikan daftar tugas; dan Libatkan Diri, di mana Anda fokus pada pelaksanaan tugas berdasarkan prioritasnya. Pendekatan terstruktur ini membantu mengurangi kekacauan mental dan memastikan bahwa Anda secara konsisten mengerjakan tugas-tugas terpenting.
  • Aturan Dua MenitJika suatu tugas akan memakan waktu dua menit atau kurang, segera lakukan. Ini mencegah tugas-tugas kecil menumpuk dan membuat Anda kewalahan. Dengan segera menangani tugas-tugas singkat ini, Anda menjaga daftar tugas tetap terkendali dan mempertahankan momentum.

Teknik manajemen waktu terbaik adalah yang cocok untuk Anda. Alur kerja setiap orang bervariasi, jadi jangan berharap setiap tips manajemen waktu akan berhasil. Cobalah salah satu teknik ini dan sesuaikan pendekatan Anda dengan kebutuhan pribadi.

Jika Anda membutuhkan lebih banyak strategi manajemen waktu, buku-buku produktivitas dapat menjadi panduan yang hebat. Berikut adalah 10 buku produktivitas terbaik yang bisa Anda baca.

6. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ketika waktu secara langsung terhubung dengan penghasilan, Anda mungkin jadi lebih mudah terjebak dalam kebiasaan bekerja tanpa henti.

Masalahnya muncul ketika setiap jam di luar pekerjaan menjadi negosiasi. Ketika saya tidak bisa berhenti menghitung di otak berapa harga waktu luang saya.” – Virginia Hogan, Kontributor Forbes, Freelancer selama lebih dari 6 tahun

Tekanan untuk memaksimalkan setiap menit dapat menyebabkan kerja berlebihan dan kelelahan. Pada akhirnya, ini bisa menjadi kontraproduktif. 

Meskipun krusial untuk berkomitmen dan berdedikasi sebagai freelancer, mengenali nilai waktu istirahat juga tak kalah penting.

Anda tidak harus berlibur setiap minggu. Maksud saya, jika bisa, bagus untuk Anda! Tetapi sesuatu yang sederhana seperti berjalan-jalan, melakukan hobi, atau sekadar bersantai membaca buku, bisa sangat penting untuk mengisi ulang energi mental dan fisik Anda.

Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, Anda membiarkan pikiran beristirahat dan reset.

Ingat, berinvestasi pada kesejahteraan diri adalah investasi untuk kesuksesan Anda. Meluangkan waktu untuk diri sendiri, memastikan bahwa Anda kembali bekerja dengan perspektif serta semangat baru, pada akhirnya menguntungkan diri sendiri dan klien. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan!

Kuasai Manajemen Waktu sebagai Freelancer Ahli

Freelancing itu pilihan karier yang dinamis dan memuaskan karena memberi fleksibilitas dan kendali penuh atas waktu Anda. Tapi di balik kebebasan itu, Anda juga punya tanggung jawab untuk mengatur jadwal dan beban kerja dengan efektif.

Dengan banyak klien dan prioritas yang berubah-ubah, wajar sekali kalau kadang terasa kewalahan. Untuk bisa berkembang sebagai freelancer, Anda perlu menyeimbangkan fleksibilitas ini dengan kemampuan manajemen waktu yang kuat.

Artinya, Anda perlu punya jadwal yang lebih terstruktur, batasan kerja yang jelas, dan rutin mengecek beban kerja supaya tidak kelelahan. Dengan tetap terorganisir dan fokus, Anda bisa memaksimalkan produktivitas sekaligus menikmati semua keuntungan jadi freelancer.

Semoga tips manajemen waktu ini bisa jadi awal yang bagus untuk langkah Anda selanjutnya. Semangat!