{"id":391059,"date":"2025-04-04T18:28:56","date_gmt":"2025-04-04T17:28:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jibble.io\/?post_type=articles&#038;p=391059"},"modified":"2026-09-09T03:44:08","modified_gmt":"2026-09-09T02:44:08","slug":"daylight-saving-time","status":"publish","type":"articles","link":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time","title":{"rendered":"Daylight Saving Time: Arti, Sejarah, &#038; Daftar Negara Penggunanya"},"author":78,"featured_media":436623,"template":"","meta":{"_acf_changed":false},"class_list":["post-391059","articles","type-articles","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":{"show_author_box":[],"author-description":"","article_hide_publish_date":false,"footer_ai_heading":"","footer_ai_fields":null,"footer_class":"","testimonials_slider_check":[],"testimonials_title":"","testimonial_list":null,"user_reviews_check":[],"user_reviews_title":"","user_reviews_list":null,"trial_check":[],"qa_component_show":["1"],"qa_component_title":"Pertanyaan Umum","qa_component_subtitle":"Beberapa pertanyaan yang sering diajukan...","qa_component_questions":[{"qa_component_question":"Apa itu Daylight Saving Time (DST)?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\"><em>Daylight Saving Time<\/em> adalah penyesuaian tahunan yang memajukan waktu satu jam lebih awal pada musim semi. Mekanisme ini diterapkan karena adanya perbedaan durasi siang hari yang sangat kontras di wilayah subtropis.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Saat musim panas, matahari terbit jauh lebih awal dan terbenam lebih lambat dibandingkan saat musim dingin. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memajukan jam, masyarakat bisa memanfaatkan cahaya matahari sore yang lebih panjang untuk beraktivitas.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ketika musim gugur tiba, jamnya akan mundur kembali mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Standard Time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>","anchor":"pengertian-daylight-saving-time"},{"qa_component_question":"Bagaimana sejarah di balik terciptanya DST?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang mengira ide memajukan jam ini berasal dari tulisan satir Benjamin Franklin. Kenyataannya, gagasan tersebut diusulkan oleh ahli serangga George Hudson dan pengusaha William Willett.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya menyayangkan jika orang melewatkan kesempatan menikmati matahari pagi. Mereka juga berharap waktu terang di sore hari jadi lebih panjang supaya orang tambah produktif.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Praktik ini pertama kali diadopsi di suatu kota kecil di Ontario, Kanada, pada 1908. Namun, konsepnya baru mendunia setelah Jerman memberlakukannya secara nasional pada 1916. Kala itu, waktu dimajukan untuk menghemat bahan bakar selama Perang Dunia I.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Langkah tersebut segera diikuti oleh Amerika Serikat yang menerapkan DST pertamanya pada 1918.<\/span>","anchor":"sejarah-daylight-saving-time"},{"qa_component_question":"Apakah semua negara memajukan jam secara serentak? ","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Tidak. Jadwal pergeseran waktu sangat bervariasi di tiap wilayah. Negara-negara di Belahan Bumi Selatan justru menggeser jam ke arah berlawanan dengan bagian Utara akibat perbedaan musim.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk tahun ini, AS memulai periode <em>Daylight Saving Time<\/em> pada 8 Maret dan akan mengakhirinya pada 1 November.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, sebagian besar daratan Eropa baru memulai transisi ini pada 29 Maret. Di sana, jam akan kembali mundur pada 25 Oktober.<\/span>","anchor":"daylight-saving-time-berlaku-serentak-atau-tidak"},{"qa_component_question":"Bagaimana pengaruh DST terhadap komunikasi internasional?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Pergeseran waktu satu jam saja punya pengaruh yang cukup signifikan dalam dunia kerja. Alhasil, kita yang di Indonesia harus rajin mengecek kalender supaya tidak salah jadwal rapat. Kalau tidak teliti, kita bisa saja muncul satu jam lebih awal atau malah terlambat ikut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meeting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut sering memaksa kita mengorbankan waktu istirahat dini hari maupun larut malam demi berkoordinasi langsung dengan rekan mancanegara. Alhasil, jadwal kerja yang bergeser di Amerika atau Eropa bisa membuat komunikasi tumpang tindih atau lebih lambat.<\/span>","anchor":"pengaruh-daylight-saving-time-secara-global"}],"general-content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Menggeser jam dua kali setahun mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya sangat terasa dalam ritme hidup kita. Fenomena yang kita kenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Daylight Saving Time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (DST) ini sebenarnya merupakan warisan lama yang sudah dipakai banyak negara sejak Perang Dunia I.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Hingga hari ini, pro-kontra soal DST masih terus bergulir tanpa titik temu. Para penentangnya sering kali menyoroti dampak perubahan jam terhadap kesehatan, produktivitas, dan rutinitas sehari-hari. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pengaruhnya cukup nyata, banyak negara tetap mempertahankan sistem ini<\/span>. Lantas, ini memicu pertanyaan besar: apakah <em>Daylight Saving Time<\/em> masih benar-benar relevan untuk era modern seperti sekarang?\r\n\r\nYuk, simak baik-baik artikel ini.\r\n<h2 id=\"kapan\">Kapan Biasanya Periode Daylight Saving Time Berlangsung?<\/h2>\r\nBanyak wilayah di Amerika Serikat serta negara-negara Eropa menyesuaikan jam dua kali setahun.\r\n\r\nDi AS, transisi ini biasanya dimulai pada hari Minggu kedua Maret. Tepat pukul 02.00 pagi, waktu dimajukan satu jam. Waktu akan kembali ke <em>Standard Time<\/em> pada hari Minggu pertama November.\r\n\r\nAgar lebih cepat paham, coba perhatikan jadwal tahun ini:\r\n<ul>\r\n \t<li>Perubahan waktu (DST) dimulai pada 8 Maret. Jam bergeser dari pukul 02.00 menjadi pukul 03.00.<\/li>\r\n \t<li><em>Standard Time<\/em> akan berlaku mulai 1 November. Jamnya mundur dari pukul 02.00 menjadi pukul 01.00.<\/li>\r\n<\/ul>\r\nMasyarakat AS menghabiskan sekitar delapan bulan dengan sistem ini. Lalu, empat bulan sisanya menggunakan <em>Standard Time<\/em>.\r\n\r\nJadwalnya sedikit berbeda di belahan dunia lain. Negara-negara Eropa mengawali periode yang kerap disebut Waktu Musim Panas ini pada hari Minggu terakhir Maret.\r\n\r\nTahun ini, DST di Eropa jatuh pada 29 Maret. Waktu akan mundur sejam pada Minggu terakhir Oktober. Tanggal tersebut jatuh pada 25 Oktober.\r\n<h2 id=\"kenapa\">Mengapa Daylight Saving Time Diterapkan?<\/h2>\r\nKonsep ini awalnya diperkenalkan guna menekan penggunaan listrik. Masyarakat diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada lampu dengan memaksimalkan cahaya matahari di siang dan sore hari.\r\n\r\nMuncul pertama kali saat Perang Dunia dan krisis energi, sistem ini menjadi upaya efisiensi nasional agar masyarakat memanfaatkan waktu siang secara lebih optimal.\r\n\r\nDengan diterapkannya DST, orang-orang bisa lebih lama menikmati aktivitas luar ruangan saat kondisi masih terang. Kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi sektor ritel, restoran, dan pariwisata. Minat publik untuk bepergian serta berbelanja pun meningkat.\r\n\r\nNamun, manfaat ekonomi tersebut kini dipandang berbeda oleh banyak pihak. Walaupun awalnya dimaksudkan untuk memangkas biaya energi, studi modern menunjukkan hasilnya tidak terlalu signifikan.\r\n\r\nDampak penghematannya ternyata sangat minim. Banyak ahli sekarang mempertanyakan efektivitas DST. Mereka ragu apakah manfaatnya masih sepadan dengan gangguan yang ditimbulkan.\r\n<h2 id=\"dampak-kesehatan\">Dampak Daylight Saving Time terhadap Kesehatan dan Produktivitas<\/h2>\r\nMeski cuma berubah sejam, dampaknya bisa mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh seseorang. Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:\r\n<ul id=\"negative\">\r\n \t<li>Sulit tidur atau bangun tepat waktu<\/li>\r\n \t<li>Mudah lelah dan mengantuk di siang hari<\/li>\r\n \t<li>Mudah marah atau susah berkonsentrasi<\/li>\r\n \t<li>Produktivitas menurun<\/li>\r\n<\/ul>\r\nDampak yang dirasakan pun bukan cuma sehari dua hari. Perubahan jam ini justru sangat memengaruhi produktivitas, kejernihan mental, serta kesejahteraan manusia secara menyeluruh.\r\n\r\nMenurut survei <em>American Academy of Sleep Medicine<\/em> (AASM) pada 2019 lalu, lebih dari 55% warga AS merasa sangat lelah saat jam dimajukan pada musim semi.\r\n\r\nSelain itu, <a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC7954020\/#:~:text=An%20abundance%20of%20accumulated%20evidence,disorders%2C%20and%20motor%20vehicle%20crashes.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">studi AASM tentang efek <em>daylight saving time<\/em><\/a> turut memaparkan bukti tambahan. Perubahan waktu tersebut berkaitan erat dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, serta kecelakaan lalu lintas. Masalah kesehatan mental seperti depresi juga disorot dalam studi tersebut.\r\n\r\nHilangnya cahaya pagi yang disertai durasi terang lebih lama pada malam hari bisa menghambat pelepasan melatonin. Akibatnya, tubuh sulit mendapatkan istirahat berkualitas.\r\n<h2 id=\"manfaat\">Manfaat Diberlakukannya Daylight Saving Time<\/h2>\r\nDST awalnya diterapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan cahaya matahari.\r\n\r\nPara pendukungnya menilai durasi siang yang lebih panjang memberikan waktu ekstra untuk aktivitas luar ruangan. Penerapan DST dipercaya bisa menurunkan angka kriminalitas serta mengurangi kecelakaan lalu lintas di malam hari.\r\n\r\nAda juga yang beranggapan masyarakat terdorong untuk belanja atau makan di luar jika kondisi masih terang saat pulang kerja. Alhasil, ini memberikan stimulus ekonomi yang cukup terasa bagi sektor ritel dan kuliner.\r\n\r\nNamun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kerugian akibat DST justru lebih besar daripada manfaatnya.\r\n\r\n<a href=\"https:\/\/www.medrxiv.org\/content\/10.1101\/2022.07.06.22277274v1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Studi tentang efek kesehatan\u00a0<em>daylight saving time<\/em><\/a> oleh Shinsuke Tanaka, asisten profesor dan direktur studi pascasarjana di Departemen Ekonomi Pertanian dan Sumber Daya University of Connecticut, mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan.\r\n\r\nDi Indiana, tercatat adanya lonjakan kasus serangan jantung sebesar 27% saat jam dimajukan pada musim semi. Selain itu, tidak ada manfaat signifikan yang dilaporkan pada musim gugur.\r\n\r\nTanaka juga menambahkan bahwa orang cenderung lebih sering menyalakan pendingin ruangan pada siang yang panjang. Artinya, konsumsi energi tetap tinggi meski tidak menyalakan lampu sekalipun.\r\n\r\nBerbagai bukti yang saling bertentangan tersebut akhirnya memicu keraguan publik. Makin banyak yang mempertanyakan apa manfaat sebenarnya dari penerapan DST bagi kehidupan masyarakat modern.\r\n<h2 id=\"pekerja\">Dampak Pergeseran Waktu bagi Pekerja Remote<\/h2>\r\nBagi pekerja <em>remote<\/em> dan tim <em>hybrid<\/em>, pergeseran waktu ini tidak sebatas mengganggu pola tidur. Rutinitas kerja pun jadi kacau, apalagi saat harus berkolaborasi lintas zona waktu.\r\n\r\nJadwal <i>meeting <\/i>menjadi tidak sinkron karena tidak semua negara mengubah jam pada tanggal yang sama. Tantangan makin rumit jika klien atau mitra ada di negara yang tidak menerapkan DST sama sekali.\r\n<p data-path-to-node=\"1\">Perbedaan waktu yang biasanya konsisten tiba-tiba berubah. Kondisi ini sering memicu kebingungan dalam pengaturan kalender harian. Koordinasi yang lebih ketat pun sangat diperlukan agar komunikasi tetap lancar tanpa ada jadwal yang terlewat.<\/p>\r\nAgar tetap fokus selama masa transisi musiman ini, Anda bisa mencoba teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro, <em>Eisenhower matrix<\/em>, atau <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"73\">time blocking<\/i>. Anda tetap bisa memegang kendali atas jadwal kerja meskipun terjadi perubahan jam di berbagai belahan dunia.\r\n<blockquote>Silakan baca juga <a href=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/teknik-manajemen-waktu\">8 teknik manajemen waktu efektif tingkatkan produktivitas<\/a>.<\/blockquote>\r\n<h2 id=\"states\">Negara Mana Saja yang Menerapkan Daylight Saving Time?<\/h2>\r\nSaat ini, hanya sekitar 60 hingga 70 negara di seluruh dunia yang masih menggunakan sistem <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"91\">Daylight Saving Time<\/i>. Praktik ini umumnya ditemukan di wilayah Eropa, Amerika Utara, serta sebagian Oseania dan Amerika Selatan.\r\n\r\n[caption id=\"attachment_256979\" align=\"alignnone\" width=\"750\"]<img class=\"wp-image-256979 size-full\" src=\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/daylight-savings-global-map.png\" alt=\"Ilustrasi peta dunia yang menerapkan daylight saving time\" width=\"750\" height=\"433\" \/> Gambar oleh timeanddate[\/caption]\r\n\r\nDi AS, 48 dari 50 negara bagian masih tetap menggeser jam dua kali setahun. Hanya Hawaii dan Arizona yang tidak berpartisipasi dalam perubahan ini, meskipun wilayah Navajo Nation di Arizona tetap mengikutinya.\r\n<p data-path-to-node=\"0\">Selain itu, wilayah AS seperti Samoa Amerika, Guam, Kepulauan Mariana Utara, Puerto Riko, dan Kepulauan Virgin AS lebih memilih untuk menerapkan <em>Standard Time<\/em>\u00a0secara permanen.<\/p>\r\nSementara itu, Waktu Musim Panas berlaku di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Wilayah tersebut meliputi Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, dan Hongaria.\r\n\r\nIrlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Rumania, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, serta Britania Raya juga menerapkan sistem tersebut.\r\n\r\nDi belahan dunia lain, DST masih digunakan oleh beberapa negara di Amerika Selatan seperti Chili dan Paraguay.\r\n\r\nSejumlah wilayah di Timur Tengah termasuk Iran, Israel, Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yordania juga masih mengadopsinya. Kawasan Oseania seperti Australia dan Selandia Baru turut menerapkan penyesuaian waktu musiman ini.\r\n\r\nBanyak negara mulai menghentikan penerapan DST karena minimnya penghematan energi dan kekhawatiran terkait faktor kesehatan.\r\n\r\nRusia, Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan tercatat sudah menghapus sistem ini. Sementara itu, negara-negara seperti Mesir, Brasil, dan Turki kini lebih memilih terapkan <em>Standard Time<\/em>\u00a0sepanjang tahun demi efisiensi dan kenyamanan masyarakat.\r\n<h2 id=\"perdebatan\">Akankah Daylight Saving Time Diakhiri?<\/h2>\r\nHingga saat ini, AS belum mengakhiri DST. Pada 2022, Senat sempat menyetujui <em><a href=\"https:\/\/www.congress.gov\/bill\/117th-congress\/senate-bill\/623\/all-info\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sunshine Protection Act<\/a><\/em> guna menetapkan sistem ini secara permanen. Namun, RUU tersebut tertahan di tingkat DPR.\r\n<p data-path-to-node=\"0\">Negara bagian seperti Florida, Oregon, dan Ohio sebenarnya sudah siap beralih ke DST secara permanen, tetapi masih harus menunggu persetujuan Kongres agar perubahan resmi berlaku.<\/p>\r\nDiskusi ini makin hangat setelah <a href=\"https:\/\/time.com\/7264009\/daylight-saving-time-change-trump\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Presiden AS Donald Trump terang-terangan mengkritik DST<\/a> pada Desember 2024. Menurutnya, sistem ini begitu merepotkan. Meski begitu, pada Maret 2025, Trump tampak melunak. Ia menyebut perdebatan ini memiliki basis pendukung dan penolak yang sama kuatnya.\r\n<p data-path-to-node=\"2\">Kondisi serupa terjadi di Eropa. Rencana penghapusan Waktu Musim Panas sudah dibahas sejak beberapa tahun lalu. Uni Eropa sebenarnya telah memberi keleluasaan bagi negara anggotanya untuk berhenti menggeser jam sejak 2019.<\/p>\r\n<p data-path-to-node=\"2\">Komisi Eropa mengusulkan agar setiap negara bebas menentukan untuk mengikuti waktu musim panas atau musim dingin. Namun, implementasi kebijakan ini terus tertunda akibat perbedaan pendapat yang tajam di antara negara anggota.<\/p>\r\n<p data-path-to-node=\"2\">Jerman, misalnya, secara tegas menolak sistem <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"318\">daylight saving time<\/i>. Sebaliknya, Yunani dan Siprus justru ingin mempertahankannya.<\/p>\r\n<p data-path-to-node=\"2\">Ketidaksepakatan ini memicu kekhawatiran akan munculnya ketidakselarasan zona waktu yang dapat mengganggu jalur transportasi maupun perdagangan.<\/p>\r\n<p data-path-to-node=\"3\">Alhasil, sama seperti di Amerika, penduduk di benua Eropa masih harus mengikuti jadwal perubahan waktu hingga kesepakatan final tercapai.<\/p>\r\n\r\n<h2 id=\"kesimpulan\">Apakah Daylight Saving Time Masih Layak Dipertahankan?<\/h2>\r\nSudah seabad lamanya banyak negara menerapkan <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"49\">daylight saving time<\/i> untuk menghemat energi dan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari. Namun, seiring perubahan gaya hidup modern, tren kerja <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"176\">remote<\/i>, dan kemajuan riset kesehatan, relevansi sistem ini pun dipertanyakan. Apakah pergeseran jam ini masih diperlukan sekarang?\r\n\r\nMeskipun sistem ini menawarkan keuntungan seperti durasi siang yang lebih panjang, bukti-bukti terbaru menguraikan dampak negatif yang jauh lebih besar.\r\n\r\nPergeseran waktu ini terbukti memicu gangguan pola tidur serta penurunan produktivitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Selain itu, ada risiko kesehatan serius yang menyertainya.\r\n\r\nJadi, selama pemerintah di negara-negara terkait belum mengambil langkah hukum yang pasti, DST akan tetap menjadi bagian dari rutinitas harian mereka.","show_updated_date_in_content":false,"user_feedback_question":"Apakah Anda menemukan informasi yang Anda cari?","user_feedback_thank_you_text":"Terima kasih atas masukan Anda!","show_general_feedback_form_on_page":true,"page_show_freelance_popup":false,"jba_related_picks":"","jba_related_hide":false,"jba_sidebar_override":false,"jba_sidebar_title":"Free time tracking for unlimited users","jba_sidebar_image":null,"jba_sidebar_p_label":"Start for free","jba_sidebar_p_url":"","jba_sidebar_s_label":"Book a demo","jba_sidebar_s_url":"","hide-h3":""},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.8 (Yoast SEO v26.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jibble\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-09T02:44:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1018\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time\",\"name\":\"Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp\",\"datePublished\":\"2025-04-04T17:28:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-09T02:44:08+00:00\",\"description\":\"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp\",\"width\":1536,\"height\":1018,\"caption\":\"Foto oleh Lukas Blazek di Unsplash\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/\",\"name\":\"Jibble\",\"description\":\"Meet the new standard in time tracking software\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.jibble.io\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#organization\",\"name\":\"Jibble\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png\",\"width\":\"923\",\"height\":\"1024\",\"caption\":\"Jibble\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/jibble\/\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya","description":"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya","og_description":"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!","og_url":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time","og_site_name":"Jibble","article_modified_time":"2026-09-09T02:44:08+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1018,"url":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time","url":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time","name":"Apa Itu Daylight Saving Time dan Daftar Negara Penggunanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp","datePublished":"2025-04-04T17:28:56+00:00","dateModified":"2026-09-09T02:44:08+00:00","description":"Pahami alasan jam di negara barat sering berubah. Simak sejarah Daylight Saving Time dan daftar lengkap negara yang menerapkannya di sini!","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/daylight-saving-time#primaryimage","url":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp","contentUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/lukas-blazek-UAvYasdkzq8-unsplash-1536x1018.jpg-1.webp","width":1536,"height":1018,"caption":"Foto oleh Lukas Blazek di Unsplash"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#website","url":"https:\/\/www.jibble.io\/","name":"Jibble","description":"Meet the new standard in time tracking software","publisher":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.jibble.io\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#organization","name":"Jibble","url":"https:\/\/www.jibble.io\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png","contentUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png","width":"923","height":"1024","caption":"Jibble"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/company\/jibble\/"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/391059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/articles"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/391059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":391841,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/391059\/revisions\/391841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/436623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=391059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}