{"id":273882,"date":"2024-06-20T16:05:25","date_gmt":"2024-06-20T15:05:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jibble.io\/article\/employee-evasion-tactics"},"modified":"2026-08-31T04:18:40","modified_gmt":"2026-08-31T03:18:40","slug":"taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","status":"publish","type":"articles","link":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","title":{"rendered":"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote"},"author":6,"featured_media":273883,"template":"","meta":{"_acf_changed":false},"class_list":["post-273882","articles","type-articles","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":{"show_author_box":["1"],"author-description":"","article_hide_publish_date":false,"footer_ai_heading":"","footer_ai_fields":null,"footer_class":"","testimonials_slider_check":[],"testimonials_title":"","testimonial_list":null,"user_reviews_check":[],"user_reviews_title":"","user_reviews_list":null,"trial_check":[],"qa_component_show":["1"],"qa_component_title":"Pertanyaan Umum","qa_component_subtitle":"Beberapa pertanyaan yang sering diajukan...","qa_component_questions":[{"qa_component_question":"Mengapa ada pekerja yang sengaja mengakali monitoring?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pekerja sengaja mengakali sistem monitoring atau pemantauan untuk menutupi produktivitas yang rendah. Namun, ada pula yang merasa privasinya terganggu. Itulah sebabnya mereka mencari celah dalam sistem.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasinya, perusahaan perlu mengedepankan komunikasi yang transparan. Tujuan monitoring harus disampaikan dengan jelas agar tidak terjadi salah paham dan rasa saling percaya tetap terjaga.<\/span>","anchor":"alasan-pekerja-menghindari-pemantauan"},{"qa_component_question":"Apakah monitoring karyawan itu perlu?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Ya! Monitoring membantu menjaga produktivitas dan efisiensi kerja tim, sekaligus mendeteksi lebih dini saat ada yang membutuhkan bantuan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pastikan proses ini dilakukan secara etis dan transparan. Pilihlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">monitoring <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak mengganggu urusan pribadi dan waktu istirahat pekerja. Pastikan juga semua prosedur sudah mematuhi aturan yang berlaku.<\/span>","anchor":"monitoring-karyawan"},{"qa_component_question":"Bagaimana cara mencegah upaya mengakali monitoring?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui risiko kecurangan akan selalu ada. Namun, monitoring di tempat kerja bisa ditingkatkan efektivitasnya melalui transparansi dan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mumpuni.<\/span>\r\n\r\n<i><span style=\"font-weight: 400;\">Software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">modern seperti Jibble sudah dilengkapi fitur keamanan tingkat tinggi yang mempersulit manipulasi aktivitas. Dengan sistem yang sulit diakali, laporan kerja yang Anda terima dijamin lebih akurat dan bisa diandalkan.<\/span>","anchor":"mencegah-upaya-menghindari-pemantauan"},{"qa_component_question":"Seberapa efektif tindakan monitoring karyawan di tempat kerja?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada teknik dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang Anda pilih. Dengan menerapkan teknologi terbaru, Anda bisa memantau produktivitas secara akurat. Nilai plusnya lagi, efisiensi operasional organisasi akan meningkat secara signifikan.<\/span>","anchor":"efektivitas-pemantauan-di-tempat-kerja"},{"qa_component_question":"Alat monitoring apa yang paling oke untuk memantau kinerja?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Jibble adalah solusi berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat efektif untuk memantau kehadiran dan jam kerja karyawan. Fitur-fiturnya pun sangat lengkap. Selain melacak waktu, Anda bisa memantau lokasi GPS untuk lihat posisi karyawan selama jam kerja.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga fitur pelacakan aktivitas dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenshot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Supaya data kehadiran makin akurat, teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">facial recognition <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jibble akan memastikan karyawan benar-benar datang ke kantor.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya data analitik mendalam, Anda jadi lebih mudah mengelola produktivitas dan kehadiran tim. Semua informasi tersebut dikemas dalam tampilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan, Jibble sudah terintegrasi dengan Microsoft Teams dan Slack. Jadi, tim bisa melacak waktu tanpa harus berpindah aplikasi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kabar baiknya, Jibble sepenuhnya gratis tanpa batasan pengguna. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini tentu jadi pilihan paling terjangkau untuk bisnis skala apa pun.<\/span>","anchor":"rekomendasi-software-monitoring-karyawan"},{"qa_component_question":"Bagaimana karyawan bisa tahu mereka sedang dipantau?","qa_component_answer":"<span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa keterbukaan dari perusahaan, karyawan biasanya akan menyadari sendiri ada kejanggalan teknis. Misalnya, performa komputer tiba-tiba melambat atau adanya aplikasi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terpasang tanpa sepengetahuan mereka.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, aktivitas jaringan yang tidak wajar serta pembaruan sistem IT yang terlalu sering juga jadi petunjuk bagi mereka.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kecurigaan mereka akan meningkat saat akses ke situs atau aplikasi tertentu mendadak dibatasi tanpa alasan jelas. Tindakan monitoring seperti inilah yang akhirnya memicu keresahan di lingkungan kerja.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Demi menjaga kepercayaan tim, perusahaan sangat disarankan untuk jujur sejak awal. Sampaikan dengan jelas alasannya menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">monitoring di tempat kerja.<\/span>","anchor":"mendeteksi-monitoring-karyawan"}],"general-content":"Belakangan ini, penggunaan aplikasi monitoring karyawan tengah melesat tajam. Bahkan, nilai pasarnya diprediksi menembus angka $1,5 miliar (setara Rp25,3 triliun) pada 2032. Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Sistem kerja <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"253\">hybrid<\/i> dan <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"264\">remote<\/i> yang makin populer pasca-pandemi telah mengubah cara perusahaan mengelola timnya.\r\n\r\nSaat ini, sekitar 70% manajer mendokumentasikan riwayat komunikasi karyawan sebagai tolok ukur evaluasi kinerja.\r\n\r\nNamun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul masalah baru yang dikenal dengan istilah <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"100\">productivity paranoia<\/i>. Fenomena ini mencerminkan rasa waswas atasan yang meragukan produktivitas tim saat tidak diawasi langsung.\r\n\r\nDi saat perusahaan memantau aktivitas karyawan dengan harapan produktivitas tetap terjaga, pengawasan yang terlalu ketat sering kali justru menjadi bumerang. Alih-alih bekerja lebih giat, banyak karyawan akhirnya mulai memutar otak untuk menyiasati sistem monitoring tersebut demi terlihat tetap produktif.\r\n\r\nTrik lama seperti memakai <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"126\">mouse movers<\/i> atau <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"144\">auto-clickers<\/i> agar status komputer tidak berubah jadi <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"198\">idle<\/i> memang masih sering dipakai. Namun, taktik yang digunakan kini sudah jauh lebih cerdik.\r\n\r\nBanyak karyawan mulai memanfaatkan <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"319\">VPN<\/i> untuk menyamarkan jejak aktivitas digital mereka. Ada juga yang memanipulasi status di <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"387\">software<\/i> kolaboratif agar selalu tampak aktif.\r\n\r\n<span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Salah satu contohnya sempat viral terjadi pada 2024 lalu. <a href=\"https:\/\/www.bloomberg.com\/news\/articles\/2024-06-13\/wells-fires-over-a-dozen-for-simulation-of-keyboard-activity\">Bloomberg melaporkan kasus pemecatan massal<\/a> di bank investasi <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Wells <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Fargo<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">. Kala itu, sejumlah karyawan terbukti menggunakan teknologi <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"227\">mouse mover<\/i> demi memanipulasi aktivitas kerja mereka.<\/span>\r\n\r\n<span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Skandal itu pun memicu perdebatan panas. Apakah sistem monitoring digital seperti ini memang efektif? Atau jangan-jangan, kerja kantoran tatap muka memang jauh lebih masuk akal dibanding kerja <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"371\">remote<\/i>?<\/span>\r\n\r\nLewat artikel ini, kita akan mengupas tuntas fenomena kucing-kucingan yang marak terjadi di kalangan pekerja. Kita akan membedah lebih dalam soal teknologi monitoring, berbagai trik mengakalinya, serta membandingkan realitas produktivitas antara kerja kantoran dan\u00a0<em>remote<\/em>.\r\n\r\n[caption id=\"attachment_271284\" align=\"aligncenter\" width=\"768\"]<img class=\"wp-image-271284 size-large\" src=\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-768x512.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"512\" \/> Gambar dari Magnific (Sebelumnya Freepik)[\/caption]\r\n<h2 id=\"pemantauan\">Apa itu Monitoring Karyawan?<\/h2>\r\nMonitoring karyawan <em>(employee monitoring<\/em>) adalah cara perusahaan memantau dan merekam semua aktivitas staf di perangkat kerja.\r\n\r\nPraktiknya pun beragam. Ada yang sekadar mengecek riwayat <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"199\">browsing<\/i> dan isi email, serta teknik populer seperti mengambil <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"268\">screenshot<\/i> layar secara berkala. Bahkan, ada pula cara yang lebih ekstrem seperti merekam setiap ketukan <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"254\">keyboard<\/i> serta mengawasi aktivitas karyawan langsung lewat <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"313\">webcam<\/i>.\r\n<p data-start=\"90\" data-end=\"395\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Tentu ada alasan kuat mengapa perusahaan sampai memasang <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"57\">software<\/i> semacam ini. Biasanya, tujuan<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\"> utamanya yaitu<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\"> untuk memacu <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">produktivitas dan mencegah kebocoran data<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">. Selain itu, hasil laporannya membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">, <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">sekaligus <\/span>memastikan gaji yang diterima karyawan sebanding dengan hasil yang diberikan.<\/p>\r\n<p data-start=\"397\" data-end=\"723\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Dengan adanya <em>s<\/em><em>oftware<\/em> <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">monitoring, atasan lebih mudah <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">melihat titik lemah kinerja karyawan agar evaluasi bisa segera dilakukan<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">. <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Keunggulan <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">lainnya <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">mencakup <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">peningkatan <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">efisiensi <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">operasional, penilaian kinerja <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">lebih <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">objektif, <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">dan <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">pencegahan <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">potensi <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">kebocoran <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">data perusahaan<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">.<\/span><\/p>\r\n\r\n<h2 id=\"keterbatasan\">Batasan Monitoring Karyawan<\/h2>\r\nPada 2023 lalu, <a href=\"https:\/\/www.expressvpn.com\/blog\/expressvpn-survey-surveillance-on-the-remote-workforce\/\">survei ExpressVPN tentang monitoring karyawan<\/a>\u00a0menunjukkan bahwa 78% pengusaha menggunakan <em>software<\/em> monitoring demi efisiensi dan evaluasi kerja. Meski sekilas terlihat menguntungkan, praktik ini punya kelemahan yang perlu diperhatikan:\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\"><strong>#1 Masalah Privasi<\/strong> - Kekhawatiran utama dari <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"37\">software<\/i> monitoring adalah potensi perusahaan mengintip data sensitif karyawan, seperti rekening bank, email pribadi, atau rekam medis. Jelas saja hal ini bikin karyawan waswas. Belum lagi risiko kalau sistem perusahaan sampai kena retas, data pribadi tersebut bisa disalahgunakan untuk aksi penipuan. Intinya, perusahaan harus transparan dan mengantongi izin agar tidak terjerat masalah hukum di kemudian hari.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\"><strong>#2 Hilangnya Kepercayaan <\/strong>- Moral karyawan bisa langsung anjlok kalau perusahaan tidak jujur atau sembunyi-sembunyi memantau aktivitas mereka. Rasanya tentu tidak nyaman jika setiap gerak-gerik terus diawasi dan terkena <i data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"211\">micromanaging<\/i>. Kondisi ini ujung-ujungnya cuma akan membuat karyawan tidak betah, produktivitas menurun, dan angka <em>resign<\/em> makin tinggi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\"><strong>#3 Risiko Hukum atau Kepatuhan<\/strong> - Tanpa pengelolaan yang hati-hati, perusahaan bisa terseret kasus hukum akibat pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, dan diskriminasi. Di Indonesia, batasan ini sudah diatur dalam Pasal 20 <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/229798\/uu-no-27-tahun-2022\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi<\/a> (UU PDP). Sebagai Pengendali Data Pribadi, perusahaan wajib memiliki dasar hukum yang sah sebelum memproses data karyawan, misalnya melalui persetujuan eksplisit atau demi memenuhi kewajiban yang tertuang dalam kontrak kerja. Masalah besar biasanya muncul saat manajemen mulai lancang memantau komunikasi pribadi atau melacak aktivitas karyawan di luar jam kerja tanpa urgensi yang jelas.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\"><strong>#4 Akurasi <\/strong>- Data dari <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"11\">software<\/i> monitoring sering kali tidak akurat karena gagal menangkap konteks kerja yang sebenarnya. Jika sistem hanya terpaku pada jumlah ketukan <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"154\">keyboard<\/i> atau durasi akses situs web, perusahaan justru akan terjebak pada budaya yang mementingkan kuantitas daripada kualitas. Akibatnya, pimpinan tidak akan bisa melihat gambaran utuh performa karyawannya. Belum lagi urusan kendala teknis, mengingat tidak semua perangkat bisa menjalankan <em>software<\/em> tersebut dengan mulus tanpa gangguan.<\/span>\r\n<blockquote>Baca selengkapnya tentang <a href=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/pro-kontra-monitoring-karyawan\">pro dan kontra monitoring karyawan<\/a>.<\/blockquote>\r\n<h2 id=\"penghidaran\">Apa itu Taktik Mengakali Monitoring Karyawan?<\/h2>\r\n<p data-start=\"83\" data-end=\"440\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Sederhananya, fenomena ini terjadi ketika<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">\u00a0<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">karyawan <\/span>menggunakan suatu <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"60\">software<\/i> atau teknik manipulasi agar terlihat produktif daripada kenyataannya. Keinginan untuk menyiasati sistem ini biasanya muncul karena rasa cemas akan privasi yang terganggu atau mulai lunturnya rasa percaya kepada atasan.<\/p>\r\n<p data-start=\"442\" data-end=\"690\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/hbr.org\/2022\/06\/monitoring-employees-makes-them-more-likely-to-break-rules\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">artikel <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Harvard <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Business <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Review<\/span> mengenai dampak negatif pemantauan berlebihan<\/a><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">, karyawan justru lebih tertantang untuk mencari celah ketika mereka merasa setiap tindakannya terlalu diawasi oleh atasan.<\/span><\/p>\r\n\r\n<h2 id=\"teknik\">Cara Karyawan Mengakali Pemantauan di Tempat Kerja<\/h2>\r\nMari kita bongkar aksi kucing-kucingan yang sering dilakukan karyawan untuk menghindari sistem monitoring. Dengan memahami trik-triknya, perusahaan bisa lebih terbantu untuk memperbaiki sistem kerja sekaligus memperkuat keamanan internalnya.\r\n<h3><strong>#1 Menggunakan \"Mouse Movers\"<\/strong><\/h3>\r\n<i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"24\">Mouse movers<\/i> adalah alat fisik atau <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"69\">software<\/i> yang meniru gerakan kursor supaya status komputer tidak berubah jadi <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"147\">idle<\/i>. Dengan alat ini, karyawan bisa terlihat seolah-olah sedang bekerja, padahal kenyataannya tidak.\r\n\r\nAda dua jenis yang biasa dipakai. Pertama, versi <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"316\">hardware<\/i> yang dicolokkan ke <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"344\">USB port<\/i> untuk menggerakkan kursor secara halus. Kedua, versi <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"406\">software<\/i> yang diinstal untuk otomatisasi gerakan kursor.\r\n\r\nSelain kasus Wells Fargo, <a href=\"https:\/\/www.dailydot.com\/irl\/remote-work-mouse-jiggler\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">taktik <em>mouse mover <\/em>sempat ramai<\/a> di TikTok gara-gara seorang pekerja <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"549\">remote<\/i> ketahuan memalsukan aktivitasnya lewat aplikasi serupa.\r\n<h3><strong>#2 Menghapus atau Menonaktifkan Software Monitoring<\/strong><\/h3>\r\nAda juga yang lebih nekat, yaitu dengan menghapus atau menonaktifkan langsung <em>software <\/em>monitoring. Biasanya, karyawan memanfaatkan akses administrator atau mencari celah keamanan pada sistem agar pemantauan berhenti total.\r\n\r\nAkan tetapi, langkah ini sangat berisiko. Meskipun aplikasinya sudah hilang, jejak digital seperti sisa <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"356\">file<\/i> atau <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"366\">registry<\/i> sering kali tertinggal dan justru bisa menjadi bukti kuat bahwa karyawan tersebut sengaja melakukan manipulasi.\r\n<h3><strong>#3 Menggunakan Dua Monitor<\/strong><\/h3>\r\nBanyak yang sengaja menggunakan dua monitor untuk mengelabui pantauan. Layar utama dipakai untuk urusan kantor, sedangkan satunya lagi untuk keperluan pribadi. Jika <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"200\">software<\/i> monitoring perusahaan hanya bisa menangkap layar dari monitor utama, tentu aktivitas di layar kedua tidak akan terdeteksi sama sekali.\r\n\r\nNamun, metode ini tidak akan efektif kalau perusahaan memakai <em>software<\/em> yang mampu memantau banyak layar dan mencatat ketukan <em>keyboard<\/em> serta level aktivitas secara menyeluruh.\r\n<h3><strong>#4 Memalsukan Timesheet\u00a0<\/strong><\/h3>\r\nIni salah satu cara paling klasik. Pekerja mengutak-atik <i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"94\">timesheet<\/i> supaya jam kerja terlihat lebih panjang. Ada yang melakukannya manual, ada juga yang menggunakan bantuan <i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"209\">software<\/i>. Tapi. sekarang sudah banyak perusahaan yang mulai memakai <i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"296\">software<\/i> khusus untuk mendeteksi pola aneh pada entri jam kerja. Dengan begitu, alat manipulasi otomatis jadi lebih gampang ketahuan.\r\n<h3><strong>#5 Menggunakan Perangkat Berbeda<\/strong><\/h3>\r\nKaryawan yang mendapatkan jatah laptop dari kantor sering kali memilih bekerja menggunakan perangkat pribadi untuk menghindari pantauan. Taktik ini menciptakan celah bagi perusahaan yang hanya mengandalkan <i data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"231\">software<\/i> monitoring di perangkat kantor. Alhasil, aktivitas yang dilakukan di luar laptop kantor tidak akan terekam dan luput dari pengawasan.\r\n<h3><strong>#6 Menjalankan Mesin Virtual<\/strong><\/h3>\r\n<p data-start=\"90\" data-end=\"494\">Cara yang sedikit lebih teknis adalah dengan menjalankan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mesin_virtual\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mesin Virtual<\/a> (VM). Dengan teknik ini, karyawan seolah membuat sistem operasi 'bayangan' di dalam komputer mereka untuk menyekat aktivitas. Tugas kantor dikerjakan di dalam VM yang terpantau, sementara urusan pribadi dilakukan di sistem utama supaya tidak terdeteksi.<\/p>\r\n<p data-start=\"90\" data-end=\"494\">Namun, perusahaan yang melek teknologi biasanya sudah membekali diri dengan <em>software<\/em> canggih. Jadi, penggunaan VM ini tidak akan efektif karena\u00a0<em>software<\/em>-nya bisa melihat aktivitas sistem secara menyeluruh.<\/p>\r\n\r\n<h3><strong>#7 Membiarkan Jendela Idle Tetap Terbuka<\/strong><\/h3>\r\nTaktik paling simpel adalah membiarkan jendela seperti Word atau Excel terus terbuka di layar. Tujuannya agar terlihat bekerja karena beberapa <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"205\">software<\/i> monitoring hanya bisa mendeteksi aplikasi yang aktif. Padahal jika diteliti secara saksama, tidak ada progres nyata di sana. Perusahaan yang teliti kini juga mulai memakai fitur pelacak pergerakan kursor, log ketukan <em>keyboard<\/em>, sampai riwayat perubahan dokumen untuk membongkar trik semacam ini.\r\n<h2 id=\"produktivitas\">Mitos Produktivitas di Kantor<\/h2>\r\nMelihat banyaknya trik untuk mengelabui sistem monitoring, tidak heran jika banyak perusahaan masih menganggap kantor sebagai tempat terbaik agar karyawan tetap produktif.\r\n\r\nFaktanya, menurut <a href=\"https:\/\/cdn.prod.website-files.com\/6070bb98d3880477794a7128\/61e58336646b276ae5a4b3f0_WFA%20Report%20-%20Omnipresent%20%7C%20PerchPeek.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laporan Omnipresent dan PerchPeek mengenai tren kerja <em>remote<\/em><\/a>, lebih dari separuh manajer merasa karyawan wajib ke kantor agar bisa berkolaborasi dan menuntaskan pekerjaan. Sekitar 44% lainnya juga menilai kantor sangat penting untuk mendongkrak produktivitas karena berbagai alasan.\r\n\r\nFaktor pendorong utamanya adalah anggapan bahwa pengawasan kerja <i data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"70\">remote<\/i> sangat minim. Hal ini memicu asumsi di kalangan atasan bahwa karyawan cenderung kurang bertanggung jawab saat bekerja dari rumah. Selain itu, keinginan menjaga budaya tim serta memudahkan interaksi spontan menjadi alasan kuat mengapa bekerja di kantor tetap menjadi pilihan utama.\r\n\r\nNamun, persepsi tersebut tidak selamanya benar. Teknologi modern justru terbukti mampu mendongkrak produktivitas kerja <em>remote<\/em> secara signifikan. Kehadiran alat seperti Zoom, Google Meet, <em>software<\/em> monitoring, dan platform manajemen proyek memungkinkan kolaborasi tetap berjalan efisien dari mana saja.\r\n\r\nMemang, akan selalu ada oknum yang mencoba curi-curi kesempatan saat tidak diawasi atasan. Namun, kerja kantoran bukan jaminan produktivitas akan otomatis naik. Faktanya, banyak karyawan merasa jauh lebih fokus saat bekerja dari rumah karena terhindar dari gangguan rekan kerja atau suasana kantor yang bising.\r\n\r\n<a href=\"https:\/\/resources.owllabs.com\/hubfs\/SORW\/SORW_2021\/owl-labs_state-of-remote-work-2021_report-final.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Data dari Owl Labs memperkuat manfaat kerja\u00a0<em>remote <\/em>ini<\/a>. Menurut laporan tersebut, 90% karyawan mengaku sama produktifnya atau malah lebih efektif bekerja dari rumah. Di sisi lain, <a href=\"https:\/\/www.prnewswire.com\/news-releases\/gen-z-says-they-are-most-productive-when-working-around-noise-baby-boomers-say-shhhh-they-need-quiet-to-get-work-done-300848446.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel soal hubungan antara kebisingan ruang kerja dan produktivitas<\/a> menunjukkan kalau Gen Z dan milenial sebenarnya justru lebih nyaman bekerja di lingkungan yang sedikit ramai.\r\n\r\n<span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Riset juga menunjukkan sudut pandang manajer terhadap kerja <em>remote<\/em> sangat memengaruhi performa tim. <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">S<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">tudi dari <\/span><a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC9690707\/\"><em data-start=\"249\" data-end=\"279\"><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">National <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Library <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">of <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Medicine<\/span><\/em><\/a> menemukan bahwa jika manajer menganggap kerja <i data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"176\">remote<\/i> itu efektif, hasilnya cenderung lebih sukses.<span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">\u00a0<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">Selain <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">itu, <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">manajer <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">yang aktif berkomunikasi dengan pekerja <em>remote<\/em><\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">\u00a0<\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">umumnya <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">lebih <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">mampu <\/span><span class=\"_fadeIn_m1hgl_8\">mengenali manfaat dari sistem kerja ini.<\/span>\r\n<div class=\"question-title\">\r\n<h2 id=\"strategi\">Strategi Monitoring yang Efektif<\/h2>\r\n<\/div>\r\nJika keberhasilan kerja <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"24\">remote<\/i> sangat bergantung pada peran atasan, lantas bagaimana perusahaan bisa menjamin karyawan tetap produktif di mana pun mereka berada? Berikut beberapa teknik monitoring yang bisa meminimalkan celah kecurangan:\r\n<h3><strong>#1 Pemantauan Aktivitas<\/strong><\/h3>\r\n<p data-start=\"92\" data-end=\"466\">Aktif atau <i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"83\">idle<\/i>-nya karyawan dilacak melalui rekaman ketukan <em>keyboard<\/em> serta pergerakan kursor. Gabungan data ini memberikan gambaran performa yang lebih utuh. Cara ini membuat karyawan sulit berpura-pura aktif tanpa adanya progres yang nyata. Dengan memantau data ini secara rutin, manajer bisa lebih cepat menyadari jika ada ketidaksesuaian atau jeda kerja yang terlalu lama demi menjaga akuntabilitas tim.<\/p>\r\n\r\n<h3><strong>#2 Rekaman Layar (Screen Recording)<\/strong><\/h3>\r\nAlat ini mampu mengambil <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"68\">screenshot<\/i>\u00a0atau rekaman video secara berkala untuk memverifikasi aktivitas kerja secara visual. Hasil <i>screenshot <\/i>tersebut nantinya disimpan agar bisa ditinjau dan dianalisis lebih lanjut oleh atasan. <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"268\">Software<\/i> seperti alat <a href=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/monitoring-screenshot-karyawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">monitoring <em>screenshot<\/em> karyawan<\/a> dari Jibble bahkan mampu mengambil tangkapan layar secara <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"350\">real-time<\/i> di semua monitor yang aktif. Kemampuan ini memberikan pandangan lengkap, bahkan untuk anggota tim yang terbiasa melakukan <i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"482\">multitasking<\/i>.\r\n<h3><strong>#3 Software Time Tracking<\/strong><\/h3>\r\nAnda juga bisa memantau produktivitas karyawan dengan melacak lamanya waktu yang terpakai untuk mengerjakan suatu tugas. Beberapa <i>tool <\/i>saat ini sudah mampu menghasilkan <i data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"203\">timesheet<\/i> otomatis. Jam kerja bahkan bisa dicatat dari berbagai platform, seperti aplikasi <em>desktop<\/em>, <em>mobile<\/em>, dan <em>browser <\/em>web.\r\n<h3><strong>#4 Alat Manajemen Proyek<\/strong><\/h3>\r\nPlatform seperti Asana dan Trello kini makin canggih dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis prediktif. Fitur canggih ini membantu perusahaan memprediksi target waktu proyek dan membagi tugas secara otomatis sesuai keahlian serta ketersediaan staf. Bahkan, sistem ini bisa mendeteksi potensi kendala sebelum masalah tersebut sempat mengganggu produktivitas tim.\r\n<h3><strong>#5 Penetapan Target<\/strong><\/h3>\r\nAtasan sebenarnya tak perlu pusing memantau setiap gerak-gerik karyawan. Mereka cukup kasih target dan KPI yang masuk akal agar performa tim lebih gampang dipantau, terutama saat ada kendala. Cara ini juga jauh lebih efektif untuk menjaga semangat kerja mereka.\r\n<h2 id=\"pengawasan\">Masih Bisakah Kita Percaya pada Sistem Monitoring Kerja?<\/h2>\r\nBanyaknya upaya manipulasi data sering kali membuat manajemen mempertanyakan apakah penggunaan sistem monitoring ini memang memberikan manfaat. Muncul keraguan mengenai efektivitas alat tersebut jika pada akhirnya karyawan tetap menemukan cara untuk menghindari pemantauan. Padahal, penggunaan teknologi yang tepat mampu mendeteksi taktik-taktik tersebut dengan cukup mudah.\r\n\r\nSistem yang tangguh biasanya bekerja dengan menggabungkan beberapa fungsi sekaligus untuk menutup celah teknis. Cara ini memastikan karyawan tidak bisa lagi memanfaatkan kelemahan sistem untuk memanipulasi laporan kerja mereka.\r\n\r\nNamun, teknologi saja tidak cukup. Perusahaan perlu berkomunikasi secara terbuka mengenai alasan dan cara kerja pemantauan tersebut. Pendekatan yang jujur justru bisa menyurutkan niat karyawan untuk mengakali sistem ini.\r\n\r\nDibandingkan pengawasan ketat, produktivitas justru lebih stabil jika didukung oleh evaluasi rutin dan apresiasi kerja yang nyata. Kebijakan transparan akan menjaga moral tim tetap terjaga, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas mereka.","show_updated_date_in_content":false,"user_feedback_question":"Did you find the information you were looking for?","user_feedback_thank_you_text":"Thank you for your feedback!","show_general_feedback_form_on_page":true,"page_show_freelance_popup":false,"jba_related_picks":null,"jba_related_hide":false,"jba_sidebar_override":false,"jba_sidebar_title":"Free time tracking for unlimited users","jba_sidebar_image":null,"jba_sidebar_p_label":"Start for free","jba_sidebar_p_url":"","jba_sidebar_s_label":"Book a demo","jba_sidebar_s_url":"","hide-h3":["1"]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.8 (Yoast SEO v26.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jibble\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-31T03:18:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote\",\"name\":\"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-20T15:05:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T03:18:40+00:00\",\"description\":\"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg\",\"width\":6000,\"height\":4000,\"caption\":\"Photo from Freepik\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/\",\"name\":\"Jibble\",\"description\":\"Meet the new standard in time tracking software\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.jibble.io\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#organization\",\"name\":\"Jibble\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png\",\"width\":\"923\",\"height\":\"1024\",\"caption\":\"Jibble\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/jibble\/\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote","description":"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote","og_description":"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.","og_url":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","og_site_name":"Jibble","article_modified_time":"2026-08-31T03:18:40+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","url":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote","name":"Taktik Pekerja Mengakali Sistem Monitoring Kerja Remote","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg","datePublished":"2024-06-20T15:05:25+00:00","dateModified":"2026-08-31T03:18:40+00:00","description":"Artikel ini mengungkap ragam trik mengakali monitoring kerja remote, tingkat efektivitasnya, serta pengaruhnya terhadap produktivitas tim.","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/artikel\/taktik-pekerja-mengakali-sistem-monitoring-kerja-remote#primaryimage","url":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/employee-monitoring-evasion-laptop-scaled.jpg","width":6000,"height":4000,"caption":"Photo from Freepik"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#website","url":"https:\/\/www.jibble.io\/","name":"Jibble","description":"Meet the new standard in time tracking software","publisher":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.jibble.io\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#organization","name":"Jibble","url":"https:\/\/www.jibble.io\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png","contentUrl":"https:\/\/www.jibble.io\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Original-copy-923x1024.png","width":"923","height":"1024","caption":"Jibble"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jibble.io\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/company\/jibble\/"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/273882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/articles"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/273882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":432744,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/articles\/273882\/revisions\/432744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/273883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jibble.io\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=273882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}